Mahasiswa Malang Protest MBG, Tuntut Evaluasi Program
Gambar atau konten salah?
17 Juni 2026, pada pukul 13.30 WIB, ribuan mahasiswa berkumpul di depan Gedung DPRD Kota Malang untuk mengekspresikan ketidakpuasan mereka terhadap program pemerintah, khususnya Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ratusan mahasiswa mengenakan dresscode hitam, membawa bendera organisasi, banner, dan spanduk yang menampilkan tuntutan. Mereka menata barisan, menyiapkan atribut, dan menunggu orator yang akan mengangkat suara mereka.
Di antara kerumunan, terlihat satu mobil komando lengkap dengan pengeras suara. Sejumlah orator bergantian menyampaikan pidato dengan lantang, memancing semangat massa yang sudah menunggu.
Protes dimulai dengan penyanyian lagu kebangsaan, “Indonesia Raya,” sebelum orator pertama naik ke panggung.
“MBG menjadi rumah-rumah tikus di Indonesia. Teman teman sekalian, program yang katanya populis, program yang katanya efektif, sekarang menjadi sarang-sarang tikus. Kami meminta untuk badan gizi nasional terutama yang ada di Kota Malang untuk mengevaluasi program MBG. Jangan sampai menjadi ruang-ruang bagi tikus yang serakah,” terang salah satu orator.
“Di sisi lain, kita melihat devoristasi alam yang berlebihan, lingkungan hidup yang semakin menyempit ruangnya. Bagaimana sumber daya alam kita dikeruk untuk orang-orang yang serakah. Kita bisa lihat banjir Sumatra yang menjadi bukti bahwa gelondongan-gelondongan kayu yang dipotong oleh kapitalis menyengsarakan rakyat,” lanjutnya.
“Di sisi lain kita melihat kawan kawan kita yang berjuang dalam tahanan politik merupakan wujud kriminalisasi oleh negara. Kami memohon untuk membebaskan tahanan-tahanan politik. Demokrasi sekarang tidak aman, bagaimana aktivis HAM yang menyuarakan keadilan yang menyuarakan produk hukum disiram air keras,” sambungnya.
Di depan pintu masuk Gedung DPRD, personel kepolisian menjaga ketertiban. Mereka menahan gerakan yang berpotensi merusak, menjaga agar demonstrasi tetap tertata.
Protes ini menyoroti ketidakpuasan terhadap program Makan Bergizi Gratis dan menyinggung isu lingkungan serta penahanan aktivis di Kota Malang. Massa menuntut evaluasi program dan kebebasan politik, mengekspresikan harapan akan perubahan kebijakan yang lebih adil.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Prof Nasaruddin Umar Dipertimbangkan Jadi Ketua PBNU
Layangan Sukhoi Malang Terbang Global, Tantang Ruang
Bupati Sidoarjo Dorong Anggota Koperasi Desa Merah Putih
SPMB Jawa Timur 2026 Dibuka, Pendaftaran 17‑18 Juni
Polisi Siapkan 75 Personel untuk Demo Mahasiswa di Surabaya
Munas & Konbes NU 20–22 Juni 2026 di Al Falah Ploso
Berita Terbaru
Mahasiswa Malang Protest MBG, Tuntut Evaluasi Program
BookCabin Fair Medan 19‑21 Juni: Diskon & Cashback Lion
Pertamax Naik Rp16.250, Pertalite Harga Asli Rp18.040
Roberto Martinez selesaikan kontrak, fokus Piala Dunia
Polri Awasi Distribusi Jagung 2 Ton ke Gudang Bulog Lahat
Biodiesel B50 2026: Hasil Penghematan Devisa Rp 157 Triliun
Simalungun Siap Rehabilitasi Gedung Islamic Center Rp4 Miliar
Gubernur Anwar Hafid Telusuri Barak Korban Gempa Sigi
MR.D.I.Y. Indonesia Umumkan Dividen Pertama Rp 17,62/Saham