Dinkes Sumut Kirim Tim ke RSUD Rantau Prapat

Kartika D. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Dinkes Sumut Kirim Tim ke RSUD Rantau Prapat

Gambar atau konten salah?

Medan — Sebuah video yang beredar di media sosial menghebohkan warga Labuhanbatu. Videonya menceritakan seorang pasien bernama SU meninggal dunia. Keluarganya menuduh ia ditelantarkan hingga mengalami malpraktik di RSUD Rantau Prapat. Dinas Kesehatan Sumatera Utara langsung bergerak. Mereka mengirimkan tim untuk memeriksa langsung ke lokasi kejadian.

Dalam video yang dilihat pada Senin, 13 Juli 2026, dijelaskan bahwa pasien SU dibawa ke rumah sakit pada pukul 09.00 WIB. Ia datang dengan keluhan sesak napas. SU memiliki riwayat komplikasi penyempitan ginjal. Namun, bukannya mendapat pertolongan cepat, keluarga justru kebingungan. Selama dua jam penuh, mereka harus berjalan bolak-balik di lorong rumah sakit, mencari dokter dan perawat yang tidak ada di tempat. "Pasien mulai megap-megap di ambang maut, tapi petugas mendadak gaib," begitu bunyi narasi dalam unggahan tersebut. SU akhirnya meninggal pada malam hari, sekitar pukul 22.30 WIB.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut Muhammad Faisal Hasrimy angkat bicara. Ia mengatakan pihaknya sudah melakukan konfirmasi awal. Tim Satgas Pengendali Mutu saat ini sedang dalam perjalanan menuju Labuhanbatu. "Kami sudah melakukan konfirmasi, hari ini tim kendali mutu kita bergerak ke Rantau Prapat," ujarnya di Medan, Senin, 13 Juli 2026.

Berdasarkan informasi yang masuk, pihak RSUD Rantau Prapat punya versi berbeda. Mereka mengklaim sudah menjalankan prosedur dengan benar. Menurut rumah sakit, pasien SU adalah pasien rutin cuci darah. Namun, pada hari ia seharusnya menjalani cuci darah, ia tidak melakukannya. "Informasi awal dari rumah sakit, mereka sudah menjalankan prosedur. Pasien ini memang pasien rutin cuci darah, tapi saat seharusnya cuci darah, dia tidak datang," jelas Faisal.

Pasien SU datang ke rumah sakit pada Sabtu, 11 Juli. Pihak rumah sakit mengklaim telah melayani dan menyarankan agar ia segera cuci darah. "Setelah dilayani, pasien disarankan untuk cuci darah. Artinya prosedur sudah dijalankan, ada petugas. Kan beritanya bilang tidak ada petugas," kata Faisal. Ia menambahkan, tim masih menunggu hasil pengecekan dari Satgas Pengendali Mutu. Dengan begitu, informasi utuh soal peristiwa itu bisa didapatkan.

"Tim satgas kendali mutu sudah bergerak ke Rantau Prapat hari ini. Baru hari ini juga kami dapat laporan tertulis dari rumah sakit. Jadi tim ke sana untuk memastikan prosedur sudah dijalankan atau belum," tutupnya.

Singkatnya, kasus ini masih dalam proses investigasi. Ada dua versi cerita: dari keluarga yang merasa pasien ditelantarkan, dan dari rumah sakit yang mengklaim sudah menjalankan prosedur. Tim Dinas Kesehatan Sumut akan menjadi penengah yang mencari fakta sebenarnya.

malpraktikpasienRSUD Rantau PrapatDinas Kesehatan Sumutinvestigasicuci darahkeluarga

Komentar

Memuat komentar...