Malaysia Naik Suhu AC, WFH, Kurangi Subsidi BBM Hemat Energi

Ayu W. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 57 dibaca
Bisik.id
Malaysia Naik Suhu AC, WFH, Kurangi Subsidi BBM Hemat Energi

Gambar atau konten salah?

Penghematan besar-besaran menjadi fokus utama pemerintah Malaysia saat pasokan energi terhambat akibat konflik di Timur Tengah. Kenaikan harga batu bara dan gas alam, dua sumber utama listrik negara, memaksa pemerintah mencari cara mengurangi konsumsi energi di sektor publik.

Ketua Komisi Anti Korupsi Malaysia, Azam Baki, mengumumkan bahwa semua kantor pemerintah, termasuk MACC, akan menaikkan suhu pendingin ruangan. “Sesuai instruksi Kabinet, suhu pendingin ruangan akan dinaikkan, dan kita mungkin diperbolehkan mengenakan pakaian yang lebih kasual ke kantor seiring dengan kenaikan suhu,” kata Azam, Kamis (2 April 2026). “Kita mungkin bisa mengenakan kemeja lengan pendek dan sebagainya,” tambahnya.

Azam menjelaskan bahwa langkah ini penting karena harga batu bara dan gas alam terus melonjak. Sebagian besar komoditas energi ini diimpor, sehingga fluktuasi harga global langsung memengaruhi biaya operasional gedung pemerintah. Dengan menaikkan suhu AC, pemerintah berharap dapat menurunkan penggunaan listrik secara signifikan.

Di sisi lain, Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, pada Rabu (1 April 2026) secara resmi mengumumkan kebijakan kerja dari rumah (WFH) untuk semua kementerian federal, lembaga pemerintah, badan hukum, dan entitas terkait. “Kabinet telah menyetujui kebijakan bekerja dari rumah. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar dan memastikan pasokan energi yang stabil,” kata Anwar dalam sebuah pengarahan khusus. Kebijakan ini akan mulai berlaku pada 15 April 2026.

Selama ini, Malaysia memberikan subsidi bahan bakar yang cukup besar. Warga yang memenuhi syarat hanya membayar RM 1,99 per liter bensin. Namun, seiring dengan kenaikan harga minyak mentah global akibat konflik dan penutupan Selat Hormuz, Anwar memutuskan untuk memangkas kuota BBM bersubsidi dari 300 liter menjadi 200 liter per bulan.

Dengan kombinasi penyesuaian suhu AC, kebijakan WFH, dan pengurangan subsidi BBM, pemerintah Malaysia berusaha menekan konsumsi energi, menjaga kestabilan pasokan, dan mengurangi beban pengeluaran negara di tengah tekanan ekonomi global.

MalaysiaPenghematan EnergiHarga Bahan BakarKebijakan WFHSubsidi BBMKonflik Timur TengahSelat Hormuz

Komentar

Memuat komentar...