Medan Tanam 61.170 Pohon Ganti 2.886 Dipotong BRT Mebidang

Andi B. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 96 dibaca
Bisik.id
Medan Tanam 61.170 Pohon Ganti 2.886 Dipotong BRT Mebidang

Gambar atau konten salah?

2.886 pohon ditebang untuk membangun koridor Bus Rapid Transit (BRT) yang akan menghubungkan Kota Medan, Binjai, dan Kabupaten Deli Serdang, dikenal dengan nama Mebidang. Penebangan ini menimbulkan kekhawatiran tentang peningkatan polusi udara, sehingga pihak lingkungan hidup Kota Medan mengumumkan langkah mitigasi.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Medan, Melvi Marlabayana, “Terkait kekhawatiran potensi peningkatan polusi udara akibat berkurangnya pohon, kami telah menyiapkan langkah mitigasi yang jauh lebih besar dibanding jumlah pohon terdampak dengan melakukan penggantian pohon sebanyak 61.170 pohon dengan ukuran diameter 2‑5 sentimeter.”

Melvi menjelaskan bahwa pohon yang dipilih memiliki daya serap karbondioksida tertinggi. Daftar jenis vegetasi tersebut meliputi mahoni, trembesi, tabebuya, pule, tanjung, kenanga, dan kiara payung. Penggantian pohon akan dilaksanakan secara bertahap, dimulai pada tanggal 8 Mei 2026 dengan penggantian simbolis 570 pohon di ruang terbuka hijau yang telah ditentukan.

Selain itu, PT. PP, kontraktor proyek BRT, berjanji akan mengalokasikan anggaran pemeliharaan pohon selama satu tahun. “Kami akan memastikan semua pohon yang ditanam dirawat dengan baik,” tambah Melvi.

Melvi menekankan bahwa seluruh proses penanganan pohon dilakukan secara transparan, berbasis data, dan sesuai peraturan perundang‑undangan yang berlaku. Ia juga menegaskan bahwa BRT merupakan bagian dari upaya menciptakan Kota Medan yang rendah emisi karbon. “Keberadaan BRT diharapkan mampu mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan menurunkan emisi karbon yang selama ini dihasilkan dari kendaraan bermotor,” tutupnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Medan, Irsan Idris Nasution, menyatakan bahwa pembangunan BRT akan menimbulkan gangguan pada beberapa ruas jalan. “Dalam proses pembangunan, beberapa ruas jalan akan terganggu,” ujar Irsan. Ia menambahkan bahwa penebangan pohon lebih kurang 2.886 pohon diperlukan untuk memfasilitasi konstruksi BRT Metropolitan.

Irsan juga mengingatkan bahwa konstruksi BRT dapat menyebabkan kemacetan, baik di wilayah Deli Serdang maupun Binjai. Ia menegaskan bahwa pihaknya sedang melakukan pengamanan proses penebangan pohon di berbagai lokasi. “Kami mohon warga di Kabupaten Deli Serdang dan Kota Binjai memahami kondisi yang terjadi,” kata Irsan.

Ia mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan selama pembangunan berlangsung. “Kami memohon dukungan dari warga Medan selama pembangunan berlangsung. Upaya ini dilakukan demi kelancaran konstruksi fasilitas transportasi yang lebih modern dan terintegrasi bagi warga Medan, Binjai, dan Deli Serdang,” tutupnya.

Dengan penebangan 2.886 pohon dan penggantian 61.170 pohon, pemerintah Medan berusaha menyeimbangkan kebutuhan infrastruktur transportasi dengan perlindungan lingkungan. BRT Mebidang diharapkan tidak hanya meningkatkan mobilitas, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon di kota dan sekitarnya.

BRT Mebidangpenebangan pohonpenggantian pohonpolusi udaraemisi karbonKota Medankoridor transportasi

Komentar

Memuat komentar...