Melki Bajaj Jelajahi Kuliner Wonogiri: Batagor, Mie Pentil
Gambar atau konten salah?
Melki 'Bajaj' dikenal sebagai komedian yang kini menonjolkan konten kuliner. Baru-baru ini ia mengunjungi Wonogiri, di Jawa Tengah, tempat yang terkenal dengan makanan tradisionalnya.
Setelah menutup segmen kuliner di Solo, Melki naik kereta lokal menuju Wonogiri. Sesampainya di stasiun, ia langsung menuju pasar tradisional yang berdekatan.
Di sana, ia membeli seporsi batagor dengan bumbu kacang. Penjual lain di pasar juga menawarkan mie pentil dan cabuk wijen, dua jajanan kaki lima yang populer.
Melki memakan mie pentil bersama lentho dan bakwan. Ia mengomentari rasa mie tersebut: “Ini mienya kenyal-kenyal, kayak kwetiau tapi mie gitu,” ujarnya.
Selanjutnya ia mencoba cabuk wijen. Meskipun terasa asing pada awalnya, ia menyadari bahwa cabuk wijen biasanya disajikan sebagai lauk untuk nasi putih, bukan camilan.
Setelah mencoba beberapa jajanan, Melki mencari bakso asli Wonogiri. Ia mengunjungi Bakso Titoti, yang juga memiliki cabang di Jakarta.
Di Bakso Titoti, ia memesan bakso spesial berisi bakso halus, bakso urat, dan telur. Menurutnya, kuahnya “segar banget, ringan tapi gurih berkaldu,” dan bakso garingnya terasa lebih nikmat. Ia menambahkan: “Rasanya nggak terlalu jauh dari Jakarta, tapi ini kok kayak lebih berasa dagingnya. Sama (lebih) garing. Rasanya mirip-mirip sama Titoti Jakarta,” jelas Melki.
Ia juga mencicipi Bakso Rudal, salah satu yang paling terkenal di Wonogiri. Bakso ini disajikan berkuah bening, menggunakan 100 persen daging sapi. Melki menambahkan saus sambal, sambal rawit, dan kecap manis ke dalam bakso. Saat menikmati, ia berkata: “Favoritnya bakso rudalnya. Kayak ada daging cincangnya dikit,” tambahnya.
Selain dua tempat bakso tersebut, Melki berencana mencoba bakso di tempat lain dan berkeliling Waduk Gajah Mungkur. Ia juga menulis foto kuliner di YouTube Rumah Canda Melki sebagai dokumentasi perjalanan.
Perjalanan kuliner Melki di Wonogiri menampilkan ragam makanan tradisional yang menarik bagi penonton. Dari batagor hingga bakso, ia menilai rasa dan tekstur, sekaligus menunjukkan bahwa makanan khas daerah dapat menyamai cita rasa kota besar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Prabowo Tegaskan Ukuran Potongan Ayam di Program MBG
Kari Minang Depok, Gyudon Jakarta, Diet Rendah Sodium Jadi Tren
Telur Ceplok Balado Jadi Pilihan Pagi di Rumah
Tahu: Protein Nabati, Rasa Martabak, Bola, Gejrot Tradisional
Kelas Memasak Mentolo dan Petulo di Jakarta: Tradisi Kue Jawa
Disney Adventure Bayar Rp106.000 Setiap Room Service
