Mentan Tinjau Lokasi Kopi Gayo Pascabencana
Gambar atau konten salah?
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengunjungi lokasi produksi benih kopi arabika di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, Aceh. Kunjungan ini dilakukan setelah bencana yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025. Amran menyatakan dukungannya terhadap pengembangan kopi Gayo, yang merupakan salah satu komoditas ekspor andalan Indonesia.
Dalam kunjungannya pada Selasa, 14 Juli 2026, Amran didampingi oleh Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Bener Meriah, Bupati Aceh Tengah, Bupati Gayo Lues, dan sejumlah pejabat lainnya. Ia menegaskan bahwa Kementerian Pertanian akan terus memantau perkembangan sektor pertanian di Aceh. Dukungan akan diberikan melalui berbagai program, termasuk penyediaan sarana dan prasarana serta bantuan lain yang dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas petani.
"Kementerian Pertanian memberikan apresiasi terhadap produktivitas kopi Gayo yang terus menunjukkan peningkatan dan memiliki nilai ekspor yang semakin tinggi," kata Amran dalam keterangannya.
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk memperkuat sektor pertanian Aceh, khususnya pengembangan kopi Gayo. Menurut Amran, potensi kopi Gayo harus terus dikembangkan. Caranya melalui penyediaan benih unggul, pendampingan kepada petani, dan penguatan rantai pasok. Tujuannya agar kesejahteraan masyarakat bisa meningkat.
Amran juga mengapresiasi Pemerintah Aceh dan pemerintah di dataran tinggi yang telah memajukan sektor pertanian. Ia menyebut Gubernur Aceh Muzakir Manaf bersama Wakil Gubernur Fadhlullah termasuk kepala daerah paling aktif berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian. Mereka mendorong pembangunan sektor pertanian di daerah.
"Komunikasi yang intens seperti ini sangat kami hargai karena mempercepat penyelesaian berbagai kebutuhan di lapangan," ujar Amran.
Wakil Gubernur Aceh Dek Fadh mengatakan, Pemerintah Aceh siap memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Pertanian dan pemerintah kabupaten. Kolaborasi ini untuk meningkatkan produktivitas pertanian, menjaga kualitas kopi Gayo sebagai komoditas unggulan daerah, dan memperluas akses pasar. Harapannya, manfaat ekonomi yang lebih besar bisa dirasakan para petani Aceh.
"Atas nama Pemerintah Aceh, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo dan Bapak Menteri Pertanian atas perhatian dan komitmen yang terus diberikan kepada Aceh. Dukungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama perekonomian daerah," ujar Dek Fadh.
Kopi Gayo dikenal sebagai salah satu kopi terbaik di dunia. Peningkatan produktivitas dan nilai ekspornya menjadi perhatian utama pemerintah. Dukungan dari pusat hingga daerah diharapkan bisa menjaga kualitas dan daya saing kopi ini di pasar internasional. Bencana alam yang terjadi sebelumnya menjadi tantangan tersendiri bagi para petani di Bener Meriah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Evil Dead Burn" Siap Tayang di Indonesia 17 Juni
Dahnil: Kasus Haji dan Umrah Jadi Koreksi Revolusioner
Antrean BBM di Medan, Bobby Minta TNI Gantikan Sopir
KLH Luncurkan Gerakan Tobat Ekologis, Target Tanam 2 Miliar Pohon
Antrean BBM Mengular, SPBU di Medan Tutup
Antrean BBM di Medan, Bobby Turun Tangan
Berita Terbaru
Mentan Tinjau Lokasi Kopi Gayo Pascabencana
Spanyol Vs Prancis: Finalis Paling Tajam Vs Pertahanan Terbaik
Teka-teki MPLS: Nasi 3T hingga Air 234, Ini Jawabannya
HUT ke-81 RI: 2 Contoh Teks MC Lomba 17 Agustus
BCA dan DANA Terbanyak Dipakai Judi Online
MBG Jatim Berjalan, Data Siswa Baru Masih Diinput
Trossard Tinggalkan Arsenal, Gabung Besiktas
Airlangga Desak Aturan Bea Masuk Plastik 0% Segera Terbit