Airlangga Desak Aturan Bea Masuk Plastik 0% Segera Terbit

Dwi H. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Airlangga Desak Aturan Bea Masuk Plastik 0% Segera Terbit

Gambar atau konten salah?

Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, mendesak agar peraturan baru tentang bea masuk bahan baku plastik sebesar 0% segera diterbitkan. Aturan ini akan dituangkan dalam bentuk Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

Menurut Airlangga, PMK ini sangat penting untuk mengendalikan laju inflasi. Ia menjelaskan, kenaikan harga plastik memberikan dampak besar terhadap inflasi karena plastik digunakan sebagai kemasan di berbagai produk, terutama makanan.

"Beberapa yang akibat daripada harga packaging yang naik. Nah itu yang tadi kita bahas dengan kita minta supaya PMK-nya segera dikeluarkan karena itu sangat berpengaruh terhadap kontribusi. Karena seluruh makanan kan ada plastik packaging-nya," ujar Airlangga di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, pada Selasa, 14 Juli 2026.

Tidak hanya soal plastik, Airlangga juga menyoroti pentingnya insentif fiskal di sektor transportasi udara. Ia menilai sektor ini cukup berkontribusi terhadap kenaikan inflasi. Beberapa kebijakan yang dimaksud antara lain adalah bea masuk 0% untuk Liquefied Petroleum Gas (LPG) dan juga suku cadang atau spare parts pesawat.

"Jadi tentu kita berharap dengan demikian ke depan ini bisa kita kendalikan. Mengenai bea masuk LPG yang 0% dan juga bea masuk spare parts yang 0% karena kan salah satu yang juga berpengaruh terhadap inflasi adalah penerbangan, transportasi udara," terang Airlangga.

Seluruh kebijakan ini rencananya akan mulai berlaku begitu PMK diterbitkan. Airlangga berharap langkah ini bisa membantu menekan tekanan inflasi di masa mendatang.

Selain sektor industri dan transportasi, Airlangga juga menyinggung soal kontribusi sektor pangan terhadap inflasi. Ia membandingkan dengan periode sebelumnya, di mana inflasi banyak dipengaruhi oleh kenaikan harga emas. Namun saat ini, komoditas pangan justru menjadi faktor utama.

"Yang inflasi tentu kita melihat beberapa komoditas yang bisa mempengaruhi kenaikan inflasi. Kalau di periode yang lalu kan kita lihat emas naik, tapi kita lihat sudah turun. Kemudian yang masih meningkat itu volatile food, sehingga volatile food termasuk bawang putih itu perlu ditangani secara baik," tutur Airlangga.

Secara keseluruhan, pemerintah tengah berupaya menekan inflasi dari berbagai sisi. Mulai dari bahan baku industri, energi, hingga pangan. Penerbitan PMK menjadi kunci agar berbagai insentif ini bisa segera berjalan.

bea masuk 0%bahan baku plastikPMKinflasiAirlangga Hartartoinsentif fiskaltransportasi udara

Komentar

Memuat komentar...