MBG Jatim Berjalan, Data Siswa Baru Masih Diinput
Gambar atau konten salah?
Emil Elestianto Dardak, Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Jawa Timur, memastikan program MBG sudah berjalan di hari pertama masuk sekolah. Namun ia mengakui masih ada siswa baru yang belum mendapatkan makanan bergizi gratis tersebut.
"Kemarin saya komunikasi dengan Bu Kusmayanti dari Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Jawa Timur wilayah Utara mulai Surabaya, Tuban sampai ke Madura. Jadi mereka informasikan ke saya sudah dilanjutkan MBG di hari pertama anak-anak kembali sekolah," kata Emil di Surabaya, Selasa 14 Juli 2026.
Menurut Emil, beberapa siswa baru belum menerima MBG karena data mereka belum dimasukkan oleh sekolah ke Sistem Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG). Proses pendataan ini masih berlangsung.
"Ini kan sudah mulai sekolahnya, saya komunikasi sama KPPG, tanya apakah MBG sudah lanjut atau tidak? Insya Allah sudah lanjut (di sekolah yang memang menerima MBG). Namun untuk beberapa sekolah yang data siswanya belum ada, SPPG hanya melayani kelas atasnya (belum memberi MBG ke siswa baru). Data siswa baru sedang diinput oleh SPPG," tambahnya.
Wakil Gubernur Jawa Timur ini memastikan semua SPPG yang melayani MBG di sekolah sudah beroperasi. Untuk SPPG yang masih dalam status ditangguhkan atau suspend, Emil menyerahkan keputusan sepenuhnya ke Badan Gizi Nasional (BGN).
"Ini sudah mulai sekolah, MBG-nya sudah lanjut. Kalau SPPG yang masih di-suspend problemnya bermacam-macam ya. SPPG itu diberi kesempatan untuk mengklarifikasi, sehingga setelah diklarifikasi, enggak jadi di-suspend, gitu juga ada. Jadi sangat-sangat dinamis angkanya dan menjadi domainnya BGN," bebernya.
Mantan Bupati Trenggalek ini mewanti-wanti semua SPPG di Jawa Timur untuk menyajikan makanan sesuai standar dari BGN. Ia menekankan makanan harus dipastikan tidak beracun.
"Pengawasan secara rutin dan intensif dalam pelaksanaan MBG itu BGN. Kita fokusnya di sekolah, jadi kalau itu di lingkungan SD, SMP, contoh kemarin di Surabaya beberapa waktu lalu kan, kan gurunya mencicipi, ya. Harus dipastikan benar-benar makanan yang disajikan sesuai standar BGN," tandasnya.
Program MBG di Jawa Timur kembali berjalan setelah libur sekolah. Tantangan utamanya saat ini adalah pendataan siswa baru yang belum terdaftar di sistem SPPG. Sementara itu, pengawasan kualitas makanan tetap menjadi prioritas, dengan BGN sebagai lembaga yang bertanggung jawab melakukan pemantauan rutin.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
MBG Jatim Berjalan, Data Siswa Baru Masih Diinput
Trossard Tinggalkan Arsenal, Gabung Besiktas
Airlangga Desak Aturan Bea Masuk Plastik 0% Segera Terbit
Olahraga Bersama Perkuat Sinergi TNI-Polri-Kejaksaan Muba
630 Remaja Tulungagung Positif HIV
Semifinal Piala Dunia: Bentrok Pemain Madrid-Barca
XLSmart Gandeng Tencent Cloud untuk Migrasi Skala Besar