KLH Luncurkan Gerakan Tobat Ekologis, Target Tanam 2 Miliar Pohon
Gambar atau konten salah?
Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) meluncurkan sebuah gerakan bernama Tobat Ekologis. Salah satu program utamanya adalah menanam dua miliar pohon. Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala BPLH, Mohammad Jumhur Hidayat, menyampaikan bahwa gerakan ini bertujuan membangun kesadaran ekologis, terutama di kalangan anak muda. Selain itu, program ini juga diharapkan bisa memperbaiki alam yang sudah rusak.
Menurut Menteri Jumhur, Tobat Ekologis adalah panggilan moral untuk semua orang. Gerakan ini mengajak masyarakat untuk mengakui kesalahan di masa lalu, yaitu mengeksploitasi alam secara berlebihan. Kemudian, berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut, dan mulai melakukan tindakan perbaikan yang nyata. "Yang punya kuasa, gunakan kekuasaannya. Yang punya intelektualitas, gunakan intelektualitasnya. Yang punya pengaruh, gunakan pengaruhnya," tegasnya saat berada di kampus Politeknik Pelayaran Sumatera Barat, Padang Pariaman, pada Selasa, 14 Juli 2026.
Jumhur menjelaskan bahwa KLH/BPLH memandang pemulihan lingkungan sebagai tanggung jawab semua sektor. Bukan hanya pemerintah, tetapi setiap individu dan kelompok harus ikut serta. Mulai dari hal kecil seperti menjaga kebersihan sungai, mengelola sampah rumah tangga, hingga menanam pohon secara besar-besaran. Saat ini, KLH/BPLH juga sedang menyusun kebijakan strategis tentang pengelolaan sampah dari industri.
"Intinya, saya berterima kasih atas upaya pemulihan lingkungan. Gerakan tobat lingkungan ini bisa dilakukan di mana saja, misalnya dengan membersihkan sungai. Sebentar lagi kita akan menerapkan Extended Producer Responsibility (EPR). Para produsen yang menghasilkan kemasan plastik, termasuk untuk makanan dan produk sejenis, sudah menyatakan siap membantu mengurangi sampah dengan mengalokasikan dana tertentu," ujar Menteri Jumhur.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyambut baik gerakan ini. Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah bisa menjadi contoh bagi provinsi lain. "Kami sudah menetapkan kebijakan agar kantor-kantor pemerintah provinsi dan sekolah-sekolah tidak lagi membuang sampah ke luar lingkungan masing-masing. Apa yang diterapkan di Politeknik Pelayaran Sumatera Barat membuktikan bahwa sampah bisa dikelola menjadi berkah. Misalnya melalui budidaya maggot, pengolahan kompos, dan berbagai inovasi lainnya. Mudah-mudahan langkah ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Sumatera Barat," kata Mahyeldi.
Acara peluncuran gerakan ini juga diisi dengan penyerahan bantuan bibit. KLH/BPLH memberikan 15 kilogram benih Ketapang Kencana. PT Semen Padang turut mendukung dengan memberikan 3.300 bibit mangrove. Sementara itu, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Barat menyumbangkan bibit tanaman buah-buahan. Politeknik Pelayaran Sumatera Barat juga mendapat apresiasi karena dinilai berkomitmen membangun konsep kampus yang humanis, cerdas, berkelanjutan, dan ramah lingkungan atau yang disebut HSSEC.
Gerakan Tobat Ekologis ini menekankan bahwa pemulihan alam tidak bisa dilakukan sendiri. Semua pihak, dari pejabat hingga masyarakat biasa, punya peran masing-masing. Baik itu dengan kekuasaan, pengetahuan, atau pengaruh yang dimiliki. Langkah kecil seperti membersihkan sungai atau mengelola sampah dianggap sama pentingnya dengan kebijakan besar dari pemerintah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
