Menteri Keuangan: IHSG Turun 19% Tanpa Intervensi Pemerintah

Yanto K. · 2 min baca · 1 jam lalu · 33 dibaca
Bisik.id
Menteri Keuangan: IHSG Turun 19% Tanpa Intervensi Pemerintah

Gambar atau konten salah?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan tren penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG telah melemah 19,15% dalam sebulan terakhir, dan turun 33,60% sejak awal tahun hingga saat ini.

Berdasarkan data perdagangan RTI Business, IHSG melemah 3,48% ke level 5.734,25 hingga penutupan sesi I hari ini. Indeks saham Garuda bahkan sempat melemah lebih dari 5% ke level terendah pada 5.644,23.

Purbaya menegaskan tidak ada intervensi khusus yang akan dilakukan pemerintah terhadap pelemahan IHSG. Ia hanya menjelaskan bahwa kondisi ekonomi masih dalam kondisi baik yang akan menjadi landasan terhadap penilaian harga saham.

"Kalau dari saya sih enggak ada (tidak ada intervensi). Yang penting saya jelaskan bahwa kondisi ekonomi kita bagus dan akan membaik terus. Itu harusnya menjadi landasan ke penilaian harga saham,"

Ia mencontohkan kinerja PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI yang mencatatkan pertumbuhan kredit dan laba. Kondisi ini menjadi gambaran bahwa ekonomi Indonesia baik-baik saja.

"Kalau Anda lihat, kemarin BRI mengumumkan pertumbuhan kreditnya 13% lebih. Pertumbuhan profitabilitanya juga 13% lebih, berapa triliun juga ya. Jadi, memang ada perbaikan di sana,"

Purbaya sebelumnya menegaskan pelemahan IHSG bukan disebabkan oleh kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang buruk. Ia berpendapat tekanan terhadap IHSG dipicu isu negatif yang beredar di masyarakat.

"Eks Ketua Dewan Komisioner LPS ini menyinggung rumor lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor's (S&P) yang akan menurunkan peringkat kredit Indonesia. Karena banyak isu-isu negatif, cuma kita sendiri yang jatuh sama China kalau nggak salah. Jadi, saya pikir banyak rumor di dalam negeri. Yang pasti ketika S&P datang ke sini ada rumor S&P akan men-downgrade. Padahal saya baru mau ketemu nanti malam,"

Purbaya menyampaikan pernyataannya pada Kompleks DPR RI Senayan, Jakarta, Kamis (04 Juni 2026) dan sebelumnya pada Rabu (03 Juni 2026). Ia menekankan bahwa kondisi ekonomi tetap stabil dan tidak ada rencana intervensi. Penurunan IHSG dipandang sebagai reaksi pasar terhadap rumor negatif, bukan akibat kelemahan ekonomi fundamental.

Menteri KeuanganIHSGpenurunanekonomiBRIStandard & Poor'srumor

Komentar

Memuat komentar...