Menteri Keuangan Tutup Pabrik Rokok Ilegal Jakarta
Gambar atau konten salah?
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan langkah tegas menutup pabrik rokok ilegal di Jakarta. Ia menegaskan bahwa kebijakan baru Cukai Hasil Tembakau (CHT) akan mulai berlaku pada Juni, setelah proses pembahasan dengan DPR selesai.
Dalam konferensi pers APBN KITA pada Selasa, 5 Mei 2026, Purbaya berkata, “Rokok yang ilegal-ilegal itu kita akan buat satu layer sehingga dia bisa masuk ke bisnis yang legal. Saya akan menghadap DPR setelah reses, nanti setelah itu berlaku, tidak ada lagi perusahaan rokok ilegal yang kami diamkan di mana pun, begitu ketahuan tutup, ketahuan tutup, gitu aja.”
Ia menambahkan bahwa saat ini perusahaan rokok ilegal masih diberikan kelonggaran karena alasan “hajat hidup orang.” Namun, ketika layer tersebut diberlakukan, tidak akan ada toleransi lagi. “Sekarang kan mereka masih bilang kami perlu hidup lah seperti itu. Jadi masih ada kelonggaran sedikit. Tapi begitu terbuka itu, meraka masuk dan yang ilegal kami tutup dengan tegas,” tegas Purbaya.
Ia juga menyebutkan peran Pak Djaka, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, yang dianggap mampu menutup perusahaan-perusahaan tersebut. “Pak Djaka (Direktur Jenderal Bea dan Cukai) nggak ada sih, dia kan bintang tiga kan, aman, dia bisa tutup perusahaan-perusahaan itu,” ujarnya.
Langkah ini menandai intensi pemerintah untuk menegakkan regulasi cukai dan mengurangi keberadaan rokok ilegal di pasar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
