Meta Rilis Fitur AI Gambar Tanpa Izin Pengguna
Gambar atau konten salah?
Meta baru saja meluncurkan fitur bernama Muse Image. Dengan fitur ini, siapa pun bisa membuat gambar buatan kecerdasan buatan (AI) hanya dengan mengetik tanda @, diikuti nama pengguna, dan perintah sederhana. Contohnya, "buat foto @aisyahkamalia sedang berlibur di pantai." Sistem akan langsung merujuk ke foto-foto publik di akun Instagram orang tersebut, lalu menggunakan wajah dan ciri fisiknya untuk menghasilkan gambar baru.
Yang membedakan Muse Image dari alat AI lain adalah koneksinya langsung ke konten publik. Tidak perlu mengunggah foto atau video terlebih dahulu. Cukup dengan mengetik prompt, gambar pun tercipta. Meta menyebut langkah ini sebagai cara untuk membuat konten yang lebih relevan. Namun, tidak semua orang setuju.
Banyak yang menolak gagasan ini. Sebab, fitur ini bisa langsung dipakai selama akun seseorang diatur sebagai akun publik. Tidak ada mekanisme persetujuan khusus. Prachir Singh dari Counterpoint menyampaikan kekhawatirannya. "Teknologi ini harus memudahkan, bukan mengorbankan keamanan. Di era di mana wajah dan foto kita bisa menjadi data, pengaturan privasi yang jelas menjadi sangat penting. Sekadar menjadikan akun terbuka tidak berarti orang rela dijadikan bahan baku AI tanpa persetujuan," katanya, dikutip dari The Economic Times pada 10 Juli 2026.
Bagi pengguna Instagram, Facebook, atau WhatsApp yang tidak ingin fotonya dipakai untuk gambar AI, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Pertama, buka menu Pengaturan & Privasi. Kedua, masuk ke Pusat Akun, lalu pilih Izin dan Akses Data. Ketiga, matikan opsi 'Izinkan orang lain menggunakan konten saya untuk fitur AI Meta'. Cara lain yang lebih sederhana adalah mengubah akun menjadi Pribadi. Dengan begitu, foto di akun Instagram tidak bisa diakses untuk keperluan gambar AI.
Fitur ini memicu perdebatan soal batasan privasi di era digital. Di satu sisi, Meta menawarkan kemudahan. Di sisi lain, pengguna merasa data visual mereka—wajah, bentuk tubuh, gaya rambut—bisa dipakai tanpa izin eksplisit. Padahal, tidak semua orang sadar bahwa akun publik berarti memberi akses ke fitur semacam ini. Langkah mematikan izin atau menjadikan akun pribadi adalah satu-satunya cara untuk melindungi diri saat ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Google Ungkap Cara Jitu Kendalikan Biaya Token AI
Logitech Rilis Kamera AI yang 'Hilang' untuk Ruang Rapat
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
Prediksi Final Piala Dunia 2026 Viral, Netizen Curiga
Cyber Breaker Season 3: Peserta Melonjak ke 916
Piala Dunia 2026: 48 Tim, Tiga Negara, Hadiah Fantastis
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
