METCONNEX 2026: Fokus Industri Logam Tanah Jarang di Jakarta Indonesia

Yanto K. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 87 dibaca
Bisik.id
METCONNEX 2026: Fokus Industri Logam Tanah Jarang di Jakarta Indonesia

Gambar atau konten salah?

Jakarta, 11-13 Mei 2026 akan menjadi periode penting bagi industri logam tanah jarang di Indonesia. Dalam ajang METCONNEX 2026, para pemangku kepentingan akan membahas potensi logam tanah jarang atau rare earth element (REE) yang menjadi komponen kunci bagi banyak teknologi modern.

Achmad Ardianto, mantan Direktur Utama Antam dan Ketua Ikatan Alumni Tambang (IAT) Institut Teknologi Bandung (ITB), menegaskan bahwa logam tanah jarang memiliki peran strategis seiring pemerintah mendorong hilirisasi dan pengembangan industri nasional. Ia menyoroti bahwa saat ini Indonesia sedang aktif meneliti besaran cadangan logam tanah jarang, sehingga keterlibatan akademisi dan ahli pertambangan menjadi sangat penting.

“Kita ingin mengekspos isu itu, Pak Prabowo sudah ngomong membentuk Badan Industri Mineral (BIM) membentuk Perminas. Nah dengan adanya BIM dan Perminas tentu saja profesi-profesi profesional yang mengetahui cara mengeksplorasi logam tanah jarang, yang mengetahui cara menambang logam tanah jarang, yang mengetahui cara mengolah logam tanah jarang dengan teknologi-teknologi terkini itu bisa mengetahui dan bisa melakukan melakukan alignment terhadap upaya pemerintah,” ujarnya di Jakarta, Kamis (07 Juni 2026).

Achmad juga menekankan transformasi digital di sektor pertambangan. Ia menyebutkan penerapan artificial intelligence (AI) dan kebutuhan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Penggunaan teknologi di industri tambang tidak dapat dihindari karena mampu meningkatkan efisiensi dan daya saing industri nasional. Namun, ia mengingatkan Indonesia perlu menyiapkan sumber daya manusia agar tidak tertinggal dalam adopsi teknologi baru.”

“Nah, kalau kita tidak antisipatif terhadap teknologi baru yang digunakan di industri pertambangan maka akan ada satu titik di mana kita ketinggalan,” ujarnya.

METCONNEX 2026 berfungsi sebagai platform strategis yang mempertemukan para pemangku kepentingan utama industri pertambangan dan pengolahan. Tujuannya adalah membangun ekosistem kolaboratif yang dapat meningkatkan nilai tambah produk tambang, mineral, dan logam nasional.

Dengan tema “Strengthening Indonesia's Metallurgy Industry: Towards Sustainable Growth and Global Competitiveness”, ajang ini difokuskan pada sinergi untuk memperkuat industri logam tanah jarang. Melalui diskusi dan kolaborasi, diharapkan Indonesia dapat mempercepat pengembangan industri strategis nasional dan memanfaatkan potensi logam tanah jarang secara optimal.

Perkembangan ini menandakan langkah konkret pemerintah dan sektor swasta dalam memanfaatkan sumber daya alam Indonesia, sekaligus menekankan pentingnya kesiapan tenaga kerja dan teknologi dalam menghadapi tantangan global.

METCONNEX 2026logam tanah jarangBIMAItenaga kerjapertambangankolaborasipotensi

Komentar

Memuat komentar...