Minat Anak Muda Indonesia Terhadap Pengembangan Diri Meningkat

Putri N. · 2 min baca · 4 bulan lalu · 54 dibaca
Bisik.id
Minat Anak Muda Indonesia Terhadap Pengembangan Diri Meningkat

Gambar atau konten salah?

Minat untuk mengembangkan diri di kalangan anak muda Indonesia semakin tinggi. Pergeseran cara belajar menuju platform digital menjadi salah satu penyebabnya. Menurut laporan Jakpat 2025, 87% dari Generasi Z dan milenial menunjukkan ketertarikan dalam melakukan pengembangan diri, yang mencakup penambahan pengetahuan dan peningkatan keterampilan.

Pola konsumsi anak muda juga berubah menjadi lebih mobile. Sekitar 7 dari 10 Generasi Z memanfaatkan media digital untuk belajar hal baru, dengan smartphone sebagai perangkat utama. Mereka mengakses berbagai jenis konten, seperti video edukatif di platform TikTok, podcast, dan kelas online.

Perubahan ini mempengaruhi kebutuhan akan perangkat. Smartphone kini berfungsi lebih dari sekadar alat komunikasi; ia menjadi pendukung utama aktivitas belajar dan produktivitas sehari-hari. Faktor seperti daya tahan baterai, kenyamanan layar, dan kemampuan multitasking kini menjadi perhatian utama.

Penggunaan intensif seperti mengikuti kelas online dan streaming materi edukatif membutuhkan perangkat dengan daya tahan baterai yang lebih lama. Baterai besar dianggap penting untuk memastikan aktivitas tidak terganggu, terutama bagi pengguna yang aktif sepanjang hari.

Salah satu smartphone yang memiliki baterai tahan lama adalah Redmi 15, yang dilengkapi dengan baterai 7.000 mAh. Kapasitas ini diklaim dapat mendukung penggunaan sepanjang hari, dari konsumsi konten edukatif hingga aktivitas multitasking. Pengisian daya dilakukan dengan fast charging 33W, yang diklaim mampu mencapai 70% dalam waktu 59 menit. Terdapat juga fitur reverse charging 18W untuk mengisi daya perangkat lain.

Andi Renreng, Marketing Director Xiaomi Indonesia, menyatakan, “Generasi muda Indonesia tumbuh di tengah perubahan yang cepat dan dinamis, dengan semangat untuk terus belajar, beradaptasi, dan berkembang. Melalui Redmi 15, kami ingin menghadirkan perangkat yang tidak hanya tangguh dengan baterai besar, tetapi juga menjadi partner produktivitas.”

Dari segi desain, Redmi 15 memiliki bodi quad-curve dengan tiga pilihan warna: Midnight Black, Titan Gray, dan Sandy Purple. Pendekatan desain ini ditujukan untuk kenyamanan pengguna, terutama saat digunakan dalam durasi panjang.

Perangkat ini dilengkapi dengan penyimpanan hingga 256GB dan mendukung ekspansi RAM hingga 16GB. Konfigurasi ini dirancang untuk kebutuhan multitasking, seperti membuka banyak aplikasi dan streaming. Sistem pendingin juga disiapkan untuk menjaga stabilitas kinerja.

Layar berukuran 6,9 inci dengan refresh rate 144Hz memberikan pengalaman visual yang lebih mulus saat membaca, menonton video, atau mengakses konten digital lainnya. Fitur tambahan mencakup NFC untuk transaksi digital dan sistem operasi HyperOS yang menyediakan berbagai optimalisasi dan fitur berbasis AI untuk mendukung produktivitas.

Redmi 15 dijual mulai dari Rp 2.099.000 untuk varian 8GB/128GB dan Rp 2.299.000 untuk varian 8GB/256GB. Perangkat ini sudah tersedia melalui kanal penjualan resmi Xiaomi di Indonesia.

Dengan kombinasi baterai besar, layar luas, dan fitur yang lengkap, Redmi 15 menjadi pilihan menarik di kelas Rp 2 jutaan untuk mendukung aktivitas digital harian, terutama dalam tren belajar mandiri yang semakin populer.

self-developmentGen ZsmartphoneRedmi 15baterai besarkelas onlinekonsumsi kontendigitalisasi

Komentar

Memuat komentar...