Moody's beri DIM Baa2 Outlook Negatif, Tunjukkan Keterkaitan

Putri N. · 2 min baca · 1 jam lalu · 29 dibaca
Bisik.id
Moody's beri DIM Baa2 Outlook Negatif, Tunjukkan Keterkaitan

Gambar atau konten salah?

BPI Danantara hari ini mengumumkan bahwa lembaga pemeringkat kredit global Moody’s Ratings menilai Danantara Investment Management (DIM) dengan Baa2 dan menetapkan outlook negatif untuk semua peringkat yang diberikan.

DIM merupakan unit investasi yang dimiliki oleh BPI Danantara. Perusahaan ini didirikan untuk mengelola dana investasi yang berasal dari aset-aset yang digabungkan di bawah naungan BPI Danantara. Peringkat ini menandakan bahwa DIM memiliki hubungan kuat dengan pemerintah Indonesia.

Tim Komunikasi Danantara Indonesia menanggapi peringkat dan outlook tersebut dengan menegaskan bahwa nilai tersebut mencerminkan kedaulatan Indonesia, hal yang biasa bagi entitas yang memiliki keterkaitan dengan negara. “Ini menegaskan kekuatan fondasi institusi kami seiring dengan langkah berkelanjutan untuk berinteraksi dengan pasar keuangan global,” tulis keterangan resmi perusahaan pada 5 Juni 2026.

Selanjutnya, perusahaan menambahkan, “Pengakuan ini semakin memperkuat keyakinan terhadap strategi, tata kelola, dan posisi jangka panjang kami seiring dengan upaya memperluas akses terhadap pendanaan internasional serta mendukung prioritas ekonomi Indonesia.”

Wakil Presiden dan Analis Senior Moody’s Ratings, Rachel Chua, menyatakan bahwa peringkat yang diberikan kepada DIM sejalan dengan peringkat utang pemerintah Indonesia, yaitu Baa2 negatif. Ia berkata, “Peringkat Baa2 dengan outlook negatif untuk Danantara Investment Management sejalan dengan peringkat sovereign Indonesia, didukung hubungan kredit yang kuat, termasuk struktur kepemilikan dalam kerangka Danantara, serta harapan kami akan dukungan luar biasa dari pemerintah yang diberikan secara tepat waktu,” dalam laporan yang dikutip 3 Juni 2026.

Moody’s mengklasifikasikan DIM sebagai entitas yang terkait pemerintah (Government-Related Issuer/GRI) dan menggunakan pendekatan top-down dalam proses pemeringkatan. Karena itu, peringkat ini didorong lebih oleh keterkaitan dengan pemerintah daripada kekuatan kredit mandiri. Perusahaan tidak menerima Baseline Credit Assessment (BCA) karena masih berada pada tahap awal pengembangan, memiliki rekam jejak terbatas, dan belum memiliki operasi mandiri yang signifikan.

Peristiwa ini menandai langkah penting bagi BPI Danantara dalam memperkuat posisi di pasar keuangan global, sekaligus menunjukkan komitmen Indonesia terhadap investasi domestik dan akses dana internasional.

BPI DanantaraMoody's RatingsDanantara Investment ManagementBaa2Outlook NegatifPemerintah IndonesiaAkses Dana Internasional

Komentar

Memuat komentar...