MPLS Gresik Berubah Jadi Panggung Piala Dunia
Gambar atau konten salah?
Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik terasa berbeda tahun ini. Sekolah berubah menjadi seperti panggung pesta sepak bola. Semua siswa baru, guru, dan kepala sekolah kompak memakai jersei bertema Piala Dunia. Tema yang diusung adalah Hello School, Hello Goals 2026: Champions Start Here!
Sejak pagi, lingkungan sekolah dipenuhi bendera negara-negara peserta Piala Dunia. Siswa datang dengan antusias, masing-masing mengenakan seragam tim favorit mereka. Ada yang memakai jersei Argentina, Jerman, Inggris, Portugal, hingga Spanyol. Suasana semakin meriah dengan kehadiran dua tokoh penting dari dunia sepak bola nasional.
Mantan pemain Timnas Indonesia, Evan Dimas Darmono, hadir untuk berbagi cerita. Bersamanya, ada pemain Timnas Putri Indonesia, Ayunda Dwi Anggraini. Keduanya memberikan motivasi langsung kepada para peserta didik baru. Mereka berbicara tentang perjalanan karier dan tantangan yang harus dihadapi untuk mencapai level nasional.
Kepala SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik, Yugo Triawanto, menjelaskan bahwa MPLS tahun ini berlangsung selama lima hari. Mulai tanggal 13 Juli 2026 hingga 17 Juli 2026. Berbagai kegiatan sudah disiapkan. Tujuannya bukan hanya untuk membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan sekolah, tetapi juga membangun karakter dan semangat berprestasi.
"Kami memanfaatkan momentum Piala Dunia karena ingin memberikan gambaran kepada anak-anak bahwa potensi seseorang tidak hanya diukur dari kemampuan akademik atau kognitif saja," kata Yugo pada Senin, 13 Juli 2026. "Ada aspek psikomotorik, olahraga, seni, dan berbagai kemampuan lain yang juga bisa menjadi jalan menuju kesuksesan."
Menurut Yugo, konsep MPLS bertema sepak bola ini dipilih agar siswa tidak memiliki pandangan sempit tentang sekolah. Sekolah bukan hanya tentang pelajaran di dalam kelas. Ada mata pelajaran olahraga, seni budaya, dan masih banyak hal lainnya yang bisa dieksplorasi.
"Sekolah tidak hanya soal nilai pelajaran. Ada olahraga, seni dan banyak hal lain yang dapat mengantarkan siswa meraih prestasi. Karena itu kami menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif dari dunia olahraga agar anak-anak memiliki gambaran yang lebih luas tentang masa depan mereka," jelasnya.
Yugo sendiri tampil dengan jersei Tim Nasional Jerman. Jersei itu memiliki empat bintang juara dunia. Bukan sekadar gaya, ada pesan yang ingin disampaikan. "Saya memakai jersei Jerman empat bintang karena ingin menyampaikan bahwa kesuksesan masa lalu tidak menjamin kesuksesan di masa depan. Setiap hari kita harus terus belajar, berusaha, dan berdoa," terangnya.
Evan Dimas mengaku senang bisa berbagi pengalaman dengan para siswa baru. Menurutnya, perjalanan menjadi atlet nasional tidak mudah. Penuh tantangan dan membutuhkan kerja keras yang konsisten. "Saya ingin berbagi pengalaman bagaimana perjalanan menjadi pemain tim nasional. Harapannya, anak-anak memiliki bekal untuk terus melangkah dan tidak mudah goyah dalam mengejar cita-cita mereka," ungkapnya.
Hal yang sama disampaikan Ayunda Dwi Anggraini. Ia berharap kehadirannya bisa memotivasi para siswa, terutama siswi perempuan. "Untuk para putri jangan takut bermimpi. Terus asah bakat, terus semangat, dan jangan pernah menyerah. Semua punya kesempatan untuk berprestasi," tuturnya.
Selain kegiatan bertema sepak bola, selama MPLS siswa juga akan mengikuti berbagai program lain. Ada pengenalan sekolah, pembinaan karakter, hingga kegiatan bela negara dan cinta tanah air. Kegiatan bela negara ini rencananya akan berlangsung di fasilitas TNI AL Surabaya.
MPLS tahun ini memang dirancang untuk memberikan pengalaman yang berbeda. Sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar teori, tetapi juga tempat menemukan potensi diri melalui berbagai bidang, termasuk olahraga. Kehadiran Evan Dimas dan Ayunda Dwi Anggraini menjadi contoh nyata bahwa kerja keras dan disiplin bisa membawa seseorang meraih prestasi di tingkat nasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
