Wabah Salmonella Mi Instan Terjang 14 Negara Eropa
Gambar atau konten salah?
Otoritas keamanan pangan dan kesehatan di Eropa melaporkan adanya wabah infeksi Salmonella yang terkait dengan produk mi instan. Wabah ini mencakup 106 kasus yang telah terkonfirmasi, dan sebagian besar menyerang anak-anak serta dewasa muda. Kasus-kasus tersebut tersebar di 14 negara.
Kasus pertama tercatat pada November 2025. Hingga saat ini, setidaknya 49 orang harus dirawat di rumah sakit. Hal ini disampaikan oleh European Food Safety Authority (EFSA) dan European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC) dalam pernyataan yang dirilis pada Selasa dan Rabu.
"Produk mi instan merupakan sumber yang paling mungkin dari wabah lintas negara yang masih berlangsung. Sejumlah bukti mengaitkan kasus-kasus tersebut dengan produk dari merek yang sama," tulis kedua lembaga tersebut.
EFSA dan ECDC tidak menyebutkan nama merek secara spesifik. Namun, mereka menyatakan bahwa kasus yang terkait dengan bakteri Salmonella Stanley mengarah pada produsen yang berlokasi di Ukraina.
Perusahaan Reeva Foods mengungkapkan adanya dugaan temuan Salmonella Stanley pada satu batch mi instan yang dipasarkan di kawasan Baltik. Produk tersebut diproduksi oleh Euro Food Service, produsen asal Ukraina yang membuat mi instan untuk Reeva Foods. Perusahaan menyatakan telah melakukan investigasi internal dan menarik batch produk yang diduga terdampak dari peredaran. Reeva Foods juga mengaku telah mengambil sejumlah langkah tambahan, seperti pengujian laboratorium independen, audit kepatuhan terhadap regulasi, pemantauan lingkungan produksi, serta tindakan pencegahan lainnya.
"Keselamatan konsumen adalah prioritas utama kami," kata Reeva Foods, seraya menambahkan bahwa perusahaan bekerja sama dengan otoritas terkait dalam penyelidikan.
Menurut otoritas Eropa, kasus infeksi telah dilaporkan di Austria, Britania Raya, Ceko, Denmark, Estonia, Prancis, Jerman, Hungaria, Latvia, Lithuania, Belanda, Norwegia, Polandia, dan Swedia.
Penyelidikan mikrobiologi menemukan strain wabah di Jerman dan Lithuania pada produk mi instan rasa ayam (chicken-flavored) dan ayam pedas (hot chicken-flavored). Namun, otoritas menyatakan penyelidikan lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan sumber pasti wabah tersebut.
Infeksi Salmonella umumnya menimbulkan gejala berupa diare, demam, muntah hebat, dehidrasi, dan kram perut. Sebagian besar penderita pulih dalam waktu sekitar satu minggu. Namun, infeksi dapat menjadi lebih berat pada anak kecil, lansia, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Wabah ini menunjukkan bagaimana rantai pasokan global dapat membawa risiko kesehatan lintas batas. Mi instan, yang merupakan produk konsumsi massal, menjadi media penyebaran bakteri yang tidak terduga. Kasus di 14 negara dengan puluhan rawat inap menekankan pentingnya pengawasan pangan yang ketat, terutama pada produk impor.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Sam Neill Meninggal di Usia 78 Tahun
BPOM Temukan 14 Kosmetik Berbahaya, Mayoritas Produk Lokal
Pola Makan Ekstrem Haaland: 6.000 Kalori Sehari
BPJS Hadirkan VIOLA dan BPJS Keliling untuk Wilayah 3T
BPOM Temukan Kosmetik Ilegal Rp35,8 Miliar
Korsel Keluarkan Peringatan Darurat Gelombang Panas Perdana
Berita Terbaru
Wabah Salmonella Mi Instan Terjang 14 Negara Eropa
Legenda Hainan Western Singapura Tutup Usia
166 Ribu Komentar Serbu Akun Sorloth Usai Tak Oper ke Haaland
Proyek Sampah Jadi Listrik di Denpasar Raya Resmi Dimulai
Bulog Gandeng Perpadi Olah 2 Juta Ton Beras Jadi Premium
S&P Pertahankan Peringkat Kredit Indonesia di BBB
