MSCI Bekukan Saham GOTO, Diduga Likuiditas Rendah di Bursa
Gambar atau konten salah?
MSCI, penyedia indeks saham global, mengumumkan keputusan terkait likuiditas saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Menurut pengumuman, harga GOTO telah menahan diri di level Rp 50 per saham sejak penutupan perdagangan pada 13 Mei 2026.
MSCI memutuskan untuk membekukan saham GOTO pada peninjauan indeks tanggal 29 Mei 2026. Selain itu, semua parameter indeks—jumlah saham (Number of Shares/NOS), Foreign Inclusion Factor (FIF), Domestic Inclusion Factor (DIF), faktor pembatas, serta penambahan atau penghapusan saham—juga dibekukan.
“Mengingat adanya potensi masalah replikasi indeks yang terkait dengan likuiditas yang sangat rendah dari PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk akibat perdagangan pada harga minimum yang dapat diperdagangkan sebesar Rp 50 di Bursa Efek Indonesia sejak penutupan perdagangan pada 13 Mei 2026,” tulis pengumuman MSCI, dikutip pada Jumat (29 Mei 2026).
Meski GOTO dibekukan, MSCI tetap menempatkannya di indeks kategori Global Standard sampai peninjauan ulang di Agustus 2026. MSCI menegaskan bahwa GOTO akan dicoret dari indeks jika tidak memenuhi persyaratan likuiditas.
“MSCI akan melakukan peninjauan lebih lanjut terhadap likuiditas sekuritas ini, sesuai dengan metodologi MSCI Global Investable Market Indexes, sebagai bagian dari Peninjauan Indeks Agustus 2026, dan akan menghapus PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk jika perusahaan tersebut tidak memenuhi persyaratan likuiditas yang berlaku pada saat itu,” pungkasnya.
Saham GOTO sudah stagnan sejak perdagangan Rabu (6 Mei 2026). Hingga hari ini, GOTO masih diperdagangkan pada harga Rp 50 per saham. Selama tahun 2026, saham GOTO menunjukkan penurunan hingga 21,88 %. Selain itu, perusahaan mengalami aksi jual bersih sebesar Rp 1,75 triliun sepanjang tahun ini.
GOTO merupakan perusahaan publik yang didirikan melalui kerja sama antara Gojek dan Tokopedia. Likuiditas rendah dan harga minimum yang tetap menahan saham di level Rp 50 menimbulkan kekhawatiran bagi indeks global. MSCI menunggu apakah perusahaan dapat meningkatkan volume perdagangan sebelum menyesuaikan statusnya di indeks. Dengan demikian, investor perlu memperhatikan perkembangan likuiditas GOTO menjelang peninjauan indeks Agustus 2026.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait