Munas-Konbes NU 2026 Di Pondok Al Falah Ploso, Kediri
Gambar atau konten salah?
Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama akan digelar di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kabupaten Kediri, pada tanggal 20, 21, dan 22 Juni 2026. Panitia sudah memasuki tahap akhir persiapan, memastikan semua kebutuhan acara terpenuhi sebelum forum strategis NU berlangsung.
Untuk memperkuat kesiapan, panitia menggelar rapat koordinasi final sekaligus apel kesiapsiagaan Banser sebagai bagian dari pengamanan dan dukungan pelaksanaan kegiatan. Rapat ini bertujuan memeriksa secara langsung setiap detail di lokasi, memastikan semua berjalan sesuai rencana.
Ketua Steering Committee Munas-Konbes NU, Prof. KH. Mohammad Nuh, menegaskan bahwa pihaknya bersama panitia pusat dan lokal melakukan pengecekan langsung ke lokasi guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan sesuai rencana. Ia berkata, “Kami datang ke Ploso untuk melakukan final checking seluruh persiapan pelaksanaan Munas dan Konbes NU yang insyaallah digelar pada 20, 21, dan 22 Juni mendatang. Kami bersyukur dan berterima kasih karena Pondok Pesantren Al Falah Ploso bukan hanya siap, tetapi sangat-sangat siap menjadi tuan rumah,” kata M. Nuh, Selasa (16/6/2026).
Prof. Nuh menegaskan bahwa Munas dan Konbes memiliki arti penting bagi organisasi karena menjadi forum tertinggi NU sebelum pelaksanaan muktamar. Ia menambahkan, “Sejumlah keputusan strategis dan rekomendasi yang dihasilkan nantinya akan menjadi pijakan bagi kebijakan organisasi ke depan. Forum ini menjadi ruang konsolidasi pemikiran para ulama dan pengurus NU. Berbagai keputusan yang lahir akan menjadi bahan penting menuju muktamar.”
Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso, KH. Muhammad Al Kautsar atau Gus Kautsar, memastikan seluruh pesantren terus bekerja menuntaskan berbagai kebutuhan teknis pelaksanaan acara. Ia menyatakan, “Kami berupaya semaksimal mungkin berkhidmat kepada Nahdlatul Ulama. Berbagai persiapan terus kami kebut agar para peserta merasa aman dan nyaman selama mengikuti Munas dan Konbes. Mohon doa dari seluruh masyarakat agar kegiatan ini berjalan lancar dan membawa manfaat besar bagi umat,” jelas Gus Kautsar.
Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menekankan bahwa Munas dan Konbes di Ploso menjadi momentum penting untuk memperkuat peran NU dalam menjawab berbagai tantangan zaman. Ia berkata, “NU harus terus menghadirkan solusi atas persoalan-persoalan yang berkembang di masyarakat. Karena itu forum Munas dan Konbes ini sangat penting sebagai wadah musyawarah para ulama dan pengurus dalam merumuskan pandangan keagamaan maupun kebijakan organisasi,” kata Gus Ipul.
Panitia memperkirakan sekitar 1.000 peserta dan tamu undangan akan hadir selama pelaksanaan kegiatan. Peserta terdiri atas jajaran pengurus PBNU, PWNU, PCNU, para masyayikh, kiai sepuh, pimpinan pesantren, Banom NU, hingga tamu undangan dari berbagai daerah di Indonesia. Selain membahas isu-isu organisasi, Munas dan Konbes juga akan mengkaji sejumlah persoalan keagamaan kontemporer yang berkembang di tengah masyarakat, seperti fikih digital, kecerdasan buatan, hingga aset kripto yang membutuhkan panduan hukum Islam yang komprehensif.
Dengan kesiapan yang terus dimatangkan, Munas dan Konbes NU di Pesantren Ploso diharapkan berjalan lancar sekaligus menghasilkan keputusan-keputusan strategis bagi perjalanan organisasi dan kehidupan keagamaan masyarakat Indonesia. Kegiatan ini menjadi ajang penting bagi NU untuk menegaskan kembali peran serta kontribusinya dalam menjawab tantangan zaman, sekaligus memperkuat fondasi kebijakan keagamaan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
