Nindya Karya Bangun Sekolah Trenggalek dengan Desain Lokal

Fandi R. · 3 min baca · 1 hari lalu · 13 dibaca
Bisik.id
Nindya Karya Bangun Sekolah Trenggalek dengan Desain Lokal

Gambar atau konten salah?

PT Nindya Karya (Persero) terus berupaya menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya kokoh secara struktural, tetapi juga kaya akan nilai estetika budaya. Saat ini, perusahaan tersebut mempercepat penyelesaian proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Project Director PT Nindya Karya, Bayu Apriyadi, menekankan bahwa salah satu elemen arsitektur yang menjadi sorotan utama proyek ini adalah pembangunan pagar entrance masuk kawasan. Pagar tersebut dirancang khusus dengan mengadopsi elemen kearifan lokal. “Desain gapura dan pagar depan tersebut secara filosofis terinspirasi dari kemegahan Wringin Lawang pada era Kerajaan Majapahit. Bentuk gapura yang megah terbelah dua melambangkan keharmonisan serta keseimbangan antara alam dan manusia. Lebih dari sekadar estetika, gerbang visual yang ikonik ini disimbolkan sebagai pintu gerbang ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan,” kata Bayu dalam keterangan tertulis, Rabu (06 Oktober 2026).

Dia menjelaskan kehadiran Sekolah Rakyat Trenggalek diharapkan mampu menjadi sarana pendidikan terbaik. Sekolah Rakyat juga diharapkan menjadi wadah utama dalam membentuk generasi masa depan yang berkualitas, unggul, serta berkarakter demi kemajuan bangsa dan negara. “Pembangunan Sekolah Rakyat Trenggalek ini pada hakikatnya mengemban misi sosial dan edukasi yang sangat mulia. Tujuan utama dari didirikannya fasilitas pendidikan ini adalah untuk memperluas aksesibilitas pendidikan yang bermutu, inklusif, dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya di wilayah Trenggalek dan sekitarnya,” tuturnya.

Melalui penyediaan ruang belajar yang representatif dan nyaman, proyek ini diharapkan menjadi inkubator generasi muda yang unggul, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan tanpa kehilangan akar budaya mereka.

Secara teknis, proyek pembangunan ini berdiri di atas lahan strategis dengan spesifikasi yang telah direncanakan secara matang. Proyek yang berlokasi di Desa Ngantru, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek memiliki total luas bangunan mencapai 25.224 meter persegi, serta luas lahan keseluruhan sebesar 61.476 meter persegi.

Infrastruktur pendidikan ini memiliki fasilitas pendukung yang meliputi tiga gedung sekolah dua lantai (SD, SMP, SMA), gedung ibadah, perpustakaan, laboratorium, rusun guru dua lantai, asrama siswa dua lantai, gedung serbaguna, guest house, lapangan mini soccer, lapangan bola basket dan bola voli, serta lapangan upacara.

Demi memastikan fasilitas ini dapat segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas, PT Nindya Karya melakukan berbagai upaya strategis agar seluruh proses konstruksi dapat rampung tepat waktu, jelasnya. Perusahaan menerapkan metode kerja yang efektif, penjadwalan yang ketat, serta pemanfaatan teknologi konstruksi terkini guna mengoptimalkan efisiensi di lapangan. Langkah-langkah akselerasi ini dilakukan dengan pengawasan simultan di setiap lini kerja, memastikan tidak ada waktu yang terbuang demi mengejar target penyelesaian yang telah disepakati bersama.

Meskipun fokus pada percepatan progres fisik, Nindya Karya tidak pernah menoleransi penurunan standar kualitas. Perusahaan secara disiplin menerapkan kendali mutu yang ketat (strict quality control) pada setiap tahapan pembangunan, mulai dari pemilihan material terbaik hingga teknik penyelesaian akhir. “Aspek keselamatan kerja (HSE) dan ketepatan mutu serta material arsitektural menjadi prioritas utama untuk memastikan bahwa bangunan Sekolah Rakyat Trenggalek ini memiliki daya tahan jangka panjang dan aman digunakan oleh para siswa serta tenaga pendidik,” jelasnya.

Bayu Apriyadi menyatakan bahwa integrasi budaya dalam proyek ini merupakan refleksi dari dedikasi perusahaan terhadap identitas bangsa. “Kami di Nindya Karya tidak hanya sekedar membangun gedung, tetapi kami ingin membangun kebanggaan lokal. Desain pagar entrance yang mengusung kearifan lokal Trenggalek ini adalah simbol penghormatan kami terhadap nilai tradisi setempat. Kami berkomitmen memberikan karya terbaik yang harmonis dengan kultur masyarakat, sekaligus memastikan bahwa bangunan ini berdiri dengan standar mutu tertinggi yang kami miliki,” ujar Bayu Apriyadi.

Dia menjelaskan langkah ini sebagai upaya perusahaan untuk peduli pada pelestarian budaya. PT Nindya Karya terus berupaya membuktikan bahwa pembangunan infrastruktur modern dapat berjalan beriringan dengan pelestarian kearifan lokal. Pendekatan arsitektur sosiokultural ini menjadi bukti nyata bahwa perusahaan mampu menerjemahkan identitas daerah ke dalam sebuah karya teknik sipil yang megah dan fungsional.

Melalui keberlanjutan proyek ini, PT Nindya Karya juga menegaskan dukungan penuhnya terhadap program-program strategis Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah dalam pemerataan pembangunan infrastruktur pendidikan nasional, jelasnya. Kehadiran Sekolah Rakyat Trenggalek diharapkan dapat memperkecil kesenjangan fasilitas pendidikan di daerah dan menjadi pemantik roda perekonomian serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Nindya Karya bangga dapat menjadi bagian dari sejarah pembangunan Trenggalek menuju masa depan yang lebih cerah, berkelanjutan, dan tetap berbudaya, tutupnya.

Proyek ini menandai langkah penting dalam memperluas akses pendidikan di wilayah yang sebelumnya kurang terlayani. Dengan fasilitas lengkap dan desain yang menghormati warisan budaya, Sekolah Rakyat Trenggalek diharapkan menjadi contoh bagi pembangunan infrastruktur pendidikan di daerah lain. Perusahaan menekankan bahwa keberhasilan proyek ini tidak hanya diukur dari penyelesaian tepat waktu, tetapi juga dari dampak sosial yang dihasilkan bagi masyarakat sekitar.

PT Nindya KaryaSekolah Rakyat Trenggalekinfrastruktur pendidikankearifan lokaldesain gapurapembangunan kualitaspelestarian budaya

Komentar

Memuat komentar...