PTFI Tanam Rp24 Triliun di Tambang Kucing Liar

Wulan M. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
PTFI Tanam Rp24 Triliun di Tambang Kucing Liar

Gambar atau konten salah?

PT Freeport Indonesia (PTFI) telah mengucurkan dana sebesar Rp 24 triliun untuk mengembangkan tambang Kucing Liar di Papua Tengah. Proyek ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan, dengan total investasi yang direncanakan mencapai Rp 72 triliun.

Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menyampaikan hal ini di area Sport Hall Tembagapura pada Senin, 17 Agustus 2026. Ia menekankan bahwa fokus perusahaan bukan hanya pada produksi tahun ini, melainkan juga pada rencana ke depan, terutama setelah perpanjangan izin operasi resmi diperoleh hingga melebihi tahun 2041.

"Tapi fokus kita bukan hanya tahun ini, tapi adalah long termnya, apalagi kalau kita diperpanjang, sudah resmi diperpanjang melebihi tahun 2041. Ini kita lagi mengembangkan tambang Kucing Liar sekarang. Sudah Rp 24 triliun yang kita tanamkan, dari total Rp 72 triliun," kata Tony.

Tambang Kucing Liar ditargetkan mulai memproduksi bijih pada tahun 2029. Proyek ini diharapkan menjadi salah satu pilar utama produksi PTFI di saat tambang bawah tanah lainnya mulai menunjukkan penurunan hasil produksi.

Menurut Tony, kapasitas produksi tambang Kucing Liar diperkirakan mencapai 130 ribu ton bijih tembaga per hari. Cadangan yang terkandung di dalamnya cukup besar, yakni sekitar 7 miliar pound tembaga dan 6 juta ounces emas untuk seluruh masa operasinya.

"Kita rencananya Kucing Liar itu bisa 130 ribu ton bijih per hari, bijih tembaga. Kalau total cadangannya itu bisa sekitar 7 miliar pound totalnya dan 6 juta ounces emas. 7 miliar pound tembaga dan 6 juta ounces emas. Itu untuk seluruh periode operasinya Kucing Liar," jelas dia.

Dengan beroperasinya Kucing Liar, PTFI menargetkan produksi tetap stabil di kisaran 240 ribu ton bijih per hari. Tony menambahkan, jika perpanjangan izin setelah 2041 benar-benar terealisasi, perusahaan akan kembali melakukan eksplorasi lebih dalam guna menemukan cadangan baru.

"Jadi kita bisa continue stabil produksinya di level 240 ribu ton bijih per hari. Dan tadi kalau seandainya kita diperpanjang tentu kita akan eksplorasi lagi lebih detail bawahnya lagi. Dan berusaha menemukan dan kami yakin, kami confident bahwa di bawahnya masih ada lagi cadangan yang bisa kita tambang," terang Tony.

Proyek pengembangan tambang Kucing Liar ini menjadi salah satu langkah strategis PT Freeport Indonesia untuk menjaga keberlanjutan operasi pertambangan di Papua Tengah. Dengan investasi puluhan triliun rupiah dan potensi cadangan yang besar, perusahaan berupaya mempertahankan tingkat produksi tinggi dalam jangka panjang, sembari terus mencari sumber daya mineral baru di bawah tanah yang belum tergarap.

PT Freeport IndonesiaKucing LiartambanginvestasiPapua Tengahproduksibijih tembaga

Komentar

Memuat komentar...