Olahraga Malam Saat Puasa Aman, Kecuali Punya Riwayat Jantung

Cahyo S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 62 dibaca
Bisik.id
Olahraga Malam Saat Puasa Aman, Kecuali Punya Riwayat Jantung

Gambar atau konten salah?

Banyak orang mengubah jadwal olahraga menjadi malam hari selama Ramadan setelah berbuka puasa. Perubahan ini dilakukan agar tidak merasa lemas saat berpuasa. Namun, muncul kekhawatiran bahwa olahraga malam hari berisiko bagi kesehatan, bahkan disebut bisa memicu serangan jantung.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr Yislam Aljaidi, SpJP-FIHA, menyatakan bahwa olahraga pada dasarnya bisa dilakukan kapan saja. Menurutnya, setiap individu punya waktu favorit berbeda, mulai dari pagi hari setelah Subuh hingga larut malam.

"Tubuh kita diciptakan luar biasa hebat. Kita bisa beradaptasi, jadi sebenarnya tidak ada masalah," ujar dr Yislam saat ditemui di Cibubur pada Rabu (11/02/2026).

Waktu olahraga baru menjadi perhatian serius jika seseorang sudah memiliki riwayat penyakit jantung koroner atau batasan fisik tertentu. Hal ini sangat penting, terutama bagi mereka yang pernah menjalani pemasangan ring jantung.

dr Yislam menekankan bahwa pasien gangguan jantung harus berkonsultasi dulu dengan dokter spesialis. Tujuannya adalah memeriksa kemampuan pompa jantung. Pemeriksaan ini umumnya menggunakan metode treadmill.

“Di treadmill, kita bisa melihat kapasitas fungsional jantung selain mendiagnosis penyakit. Dokter kemudian bisa merekomendasikan seberapa kuat pasien, jenis olahraga apa yang diizinkan, hingga aktivitas yang boleh dilakukan,” jelasnya.

Untuk orang dengan jantung normal, olahraga malam hari umumnya aman selama tidak dilakukan secara ekstrem. dr Yislam Aljaidi menjelaskan bahwa beban berat muncul ketika pola istirahat terganggu. Contohnya, jika seseorang kurang tidur sejak pagi, bekerja seharian penuh, lalu memaksakan diri berolahraga berat di malam hari.

"Kecuali jika berolahraga kompetitif tengah malam, sekitar jam 12 atau jam 1, itu mungkin bisa bermasalah. Tetapi untuk olahraga rutin biasa, tidak ada masalah," terang dr Yislam.

Kunci keamanan berolahraga saat puasa terletak pada keseimbangan gaya hidup. Selama pola makan terjaga dan waktu istirahat cukup, tubuh manusia memiliki kemampuan adaptasi yang baik.

"Tubuh kita canggih, dia akan beradaptasi selama pola makan tetap baik dan istirahat cukup. Dampak buruk muncul jika olahraga terlalu larut malam lalu dilanjutkan dengan begadang. Itu baru berdampak tidak baik bagi tubuh," pungkasnya.

Olahraga di malam hari tidak secara inheren berbahaya bagi orang sehat. Risiko muncul ketika olahraga berat dilakukan bersamaan dengan kurangnya istirahat, terutama setelah seharian beraktivitas. Konsultasi medis, termasuk uji treadmill, sangat disarankan bagi individu dengan riwayat penyakit jantung sebelum menentukan jadwal olahraga.

Olahraga malamPuasa RamadanKesehatan jantungSpesialis jantungSerangan jantungTreadmillAdaptasi tubuh

Komentar

Memuat komentar...