Oli Mesin Viral di Makassar: Bahaya Konsumsi Zat Beracun
Gambar atau konten salah?
Di Makassar, sekelompok orang berani menenggak oli mesin kendaraan dengan keyakinan bahwa cairan tersebut dapat meningkatkan stamina dan energi tubuh. Aksi ini dilakukan secara sadar dan langsung direkam, lalu dibagikan di media sosial sehingga menjadi viral.
Video tersebut menampilkan remaja hingga orang dewasa yang bergantian menenggak oli secara langsung. Tanpa alat pengaman atau dasar ilmiah, tindakan ini menuai reaksi keras dari netizen yang khawatir akan dampaknya bagi kesehatan.
Prof. Muammar Bakry, Sekretaris MUI Sulawesi Selatan, menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak dibenarkan dalam Islam. Ia berkata, "Tindakan ini jelas bertentangan dengan prinsip menjaga jiwa dan kesehatan yang wajib dalam ajaran Islam," sebagaimana dikutip pada 08 April 2024.
Pihak Dinas Kesehatan Makassar segera menurunkan tim untuk melacak dan memantau kondisi orang-orang yang terlibat. Langkah ini bertujuan memastikan keselamatan mereka sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya mengonsumsi zat beracun. Dinas juga berencana menggencarkan kampanye publik mengenai risiko konsumsi zat non-pangan, termasuk bahan kimia dan pelarut industri.
Menurut para ahli, oli mesin mengandung logam berat, hidrokarbon aromatik, serta bahan kimia aditif lainnya. Jika tertelan, zat‑zat tersebut dapat menyebabkan gejala akut seperti muntah dan diare, hingga kerusakan organ vital seperti hati dan ginjal. Dalam jangka panjang, paparan zat beracun dapat merusak sistem saraf dan meningkatkan risiko kanker.
Dr. Lestari, ahli toksikologi dari Universitas Hasanuddin, menegaskan pada 09 April 2024 bahwa tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim manfaat tersebut. Ia berkata, "Tidak ada bukti ilmiah bahwa minum oli bisa meningkatkan stamina atau energi. Justru ini merupakan tindakan berisiko tinggi yang dapat mengancam nyawa," lalu mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya.
Peristiwa ini menyoroti pentingnya verifikasi informasi sebelum mencoba praktik yang tidak didukung oleh ilmu pengetahuan. Masyarakat diingatkan untuk selalu mengandalkan sumber terpercaya dan mengikuti saran profesional kesehatan. Dengan edukasi yang tepat, diharapkan kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Tebet Temukan 5 Kafe Hidden Gem dengan Suasana Tenang
Kakek India Viral Berbagi Nasi Lemak Tradisional Indonesia
Gemblong Viral: 5 Varian Terbaru di Jakarta dan Jawa Barat
Zangrandi: Es Krim Surabaya, 90 Tahun Sejarah dan Rasa Asli
Cecina vs Biltong: Duel Kuliner di Piala Dunia 2026
10 Kota Kuliner Terbaik 2026: Dua di Asia Tenggara
Berita Terbaru
Surabaya Sabtu 13 Juni: Hujan Ringan, Kelembapan Tinggi
Bosnia 1-0 Kanada, Gol Jovo Lukic Memimpin Babak Pertama
13 Juni 2026: Hari Ala Ayuning Dewasa, Baik Mulai Usaha
Adhyaksa FC Pindah ke Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya
Pemerintah Pertimbangkan Tutup SPPG, Biaya MBG 1 Triliun
Surabaya: Jadwal Salat Sabtu 13 Juni 2026, Imsak 04:07 WIB
Mandalika Speed 2026: Alvin Bahar Target Juara Nasional
Jadwal Sholat Bandung 13 Juni 2026: Imsak 04:26 — Bimas Islam
Parin Sarasmut& Kanyarak Pongpithanon Juara Junior Golf 2026
