Zangrandi: Es Krim Surabaya, 90 Tahun Sejarah dan Rasa Asli
Gambar atau konten salah?
Zangrandi adalah kedai es krim yang sudah berdiri sejak **1930** di Surabaya. Sejak itu, ia tetap berada di Jalan Yos Sudarso dan menjadi saksi bisu berbagai peristiwa penting, mulai dari masa kolonial Belanda, pendudukan Jepang, perjuangan kemerdekaan, hingga perkembangan Surabaya menjadi kota modern.
Berikut lima fakta menarik tentang kedai legendaris ini:
-
Usia hampir satu abad menjadikan Zangrandi salah satu kedai es krim tertua di Indonesia. Meski sudah hampir 100 tahun, ia masih beroperasi di lokasi yang sama. Bangunan bersejarah ini tetap dipertahankan, sehingga pelanggan dapat merasakan suasana lama sekaligus menikmati es krim.
-
Nama Roberto Zangrandi berasal dari seorang imigran Italia yang membuka usaha ini pada masa kolonial. Ia membawa resep es krim khas Eropa yang disambut hangat oleh warga Surabaya. Ketika keluarga Zangrandi kembali ke Italia pada dekade 1960‑an, usaha ini diteruskan oleh keluarga Tanumulia, menjaga tradisi yang telah ada.
-
Resep es krim tidak pernah diubah. Dari vanila, moka, cokelat, hingga stroberi, semua tetap menggunakan bahan asli dan teknik pembuatan lama. Tekstur es krim lebih padat dan lembut, dengan rasa yang sederhana namun menonjolkan bahan utama. Konsistensi ini menjadi alasan utama pelanggan tetap setia.
-
Gedung tempat Zangrandi beroperasi telah Cagar Budaya. Fasad kolonialnya masih terawat, sementara interiornya dipenuhi kursi rotan, meja klasik, jendela besar, dan ornamen vintage. Suasana ini membuat pengunjung merasa kembali ke masa lampau Surabaya, menambah daya tarik selain rasa es krim.
-
Menu khas Zangrandi tidak hanya scoop biasa. Macedonia adalah kombinasi buah segar dengan es krim dan siraman saus. Banana Split hadir dengan pisang utuh dan pilihan rasa es krim. Menu unik lainnya, Noodle Ice Cream, menyerupai mie, menambah variasi bagi pelanggan. Menu-menu ini sudah menjadi ikon kuliner legendaris di Surabaya.
Di balik kesederhanaan rasa, Zangrandi menonjolkan nilai sejarah dan budaya. Bangunan bersejarah, resep asli, serta menu khasnya menciptakan pengalaman yang berbeda dari kedai es krim modern. Kunjungan ke Zangrandi bukan sekadar menikmati es krim, melainkan juga merasakan atmosfer Surabaya masa lalu. Dengan mempertahankan tradisi selama hampir satu abad, Zangrandi tetap relevan bagi generasi baru sekaligus menjaga warisan kuliner Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
