OpenAI Bayar Rp342 T ke Cerebras, Dapat Saham Minoritas
Gambar atau konten salah?
OpenAI telah setuju membayar Cerebras lebih dari USD 20 miliar atau sekitar Rp 342 triliun selama tiga tahun ke depan. Dana besar ini dialokasikan untuk menyewa server yang didukung oleh chip buatan Cerebras.
Laporan The Information menegaskan bahwa kesepakatan ini juga memberi OpenAI porsi saham minoritas di Cerebras. Langkah ini diambil ketika OpenAI berusaha memimpin perlombaan kecerdasan buatan global, menanggapi lonjakan permintaan layanan AI.
Di bulan Januari, OpenAI sudah sepakat membeli kapasitas komputasi hingga 750 megawatt, bernilai lebih dari USD 10 miliar. Kesepakatan baru ini dua kali lipat lebih besar dari perjanjian awal, menandai peningkatan signifikan kebutuhan komputasi AI.
Angka tersebut menyoroti ketertarikan industri teknologi terhadap daya komputasi tinggi untuk menjalankan inferensi model AI. Semakin banyak perusahaan yang mencari solusi komputasi yang dapat mengakomodasi beban kerja AI yang berat.
Melalui kesepakatan ini, OpenAI akan menerima kepemilikan saham minoritas di Cerebras, dan porsi tersebut dapat bertambah seiring dengan pengeluaran tambahan di masa depan. Hal ini memberi Cerebras peluang untuk memperkuat posisi finansialnya.
Selain itu, OpenAI setuju menyuntikkan dana segar sekitar USD 1 miliar. Dana ini khusus dialokasikan untuk mendanai pembangunan data center baru yang akan menjalankan berbagai produk kecerdasan buatan mereka.
Prediksi total pengeluaran OpenAI selama tiga tahun ke depan bisa menembus USD 30 miliar. Angka raksasa ini setara dengan hingga 10 persen kepemilikan saham di Cerebras, memperkuat hubungan strategis kedua perusahaan.
Kemitraan strategis ini diyakini menjadi kunci penting bagi Cerebras untuk segera melantai di bursa saham publik. Perusahaan ini menargetkan pencatatan saham perdana pada kuartal kedua tahun ini, menandai langkah penting dalam perjalanan finansialnya.
Perusahaan yang bermarkas di Sunnyvale, California, terakhir kali memiliki valuasi sebesar USD 23,1 miliar. Mereka berencana meraup dana segar sebesar USD 3 miliar dalam penawaran saham bulan depan, dengan target valuasi menyentuh angka USD 35 miliar.
Didirikan pada tahun 2015, Cerebras dikenal luas berkat inovasi produk chip wafer‑scale engine andalannya yang bersaing langsung dengan Nvidia. Inovasi ini menempatkan Cerebras sebagai pemain utama dalam industri chip AI.
Bos OpenAI Sam Altman juga tercatat sebagai salah satu investor awal di perusahaan ini. 18 April 2026.
Hubungan ini menegaskan betapa pentingnya komputasi tinggi dalam pengembangan kecerdasan buatan. Dengan investasi besar dan potensi saham, Cerebras berada pada posisi strategis untuk mendukung pertumbuhan AI di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Google Ungkap Cara Jitu Kendalikan Biaya Token AI
Logitech Rilis Kamera AI yang 'Hilang' untuk Ruang Rapat
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
Prediksi Final Piala Dunia 2026 Viral, Netizen Curiga
Cyber Breaker Season 3: Peserta Melonjak ke 916
Piala Dunia 2026: 48 Tim, Tiga Negara, Hadiah Fantastis
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026
