OSCT Tekankan Kesiapan Tumpahan Minyak di Invirotech 2026

Mira T. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
OSCT Tekankan Kesiapan Tumpahan Minyak di Invirotech 2026

Gambar atau konten salah?

Di Jakarta, Indonesia International Environment Technology and Innovation Expo & Conference (Invirotech) berlangsung pada 11–13 Juni 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC). Di tengah pameran, Project Director PT OSCT Indonesia, Alam Syah Mapparessa, berbicara tentang pentingnya memperkuat sistem penanganan tumpahan minyak di Indonesia.

“Kesiapsiagaan penanggulangan tumpahan minyak sangat penting. Keberadaan peralatan yang selalu dalam kondisi siap di lokasi potensi tumpahan minyak menjadi faktor utama untuk memastikan respons cepat, sehingga dampak lingkungan dan kerugian ekonomi dapat diminimalkan,” ujarnya.

Alam Syah menekankan bahwa kesiapsiagaan menjadi kunci, terutama pada tahap awal kejadian. Menurutnya, respons cepat dapat mencegah kerusakan yang lebih luas di perairan.

Aktivitas pelayaran dan industri migas tersebar di berbagai wilayah Indonesia, sehingga risiko tumpahan minyak tetap tinggi. Untuk itu, peralatan penanganan harus ditempatkan di lokasi strategis agar dapat diakses dengan cepat saat terjadi darurat.

Ia menambahkan bahwa sebagian besar insiden tumpahan minyak masih berskala kecil hingga menengah. Namun, kesiapan menghadapi insiden yang lebih besar tetap diperlukan mengingat dampaknya dapat meluas ke lingkungan, sosial, dan ekonomi.

“Penanganan pada tahap awal menjadi kunci untuk mencegah pencemaran meluas ke wilayah perairan yang lebih luas,” katanya.

Selama ini, PT OSCT Indonesia menyediakan layanan dan peralatan penanganan tumpahan minyak bagi perusahaan migas nasional maupun internasional. Perusahaan juga menyiapkan ribuan meter oil boom yang dapat digunakan untuk membatasi penyebaran minyak di perairan.

Selain di Indonesia, PT OSCT Indonesia memiliki jaringan kerja sama dengan negara-negara di Asia, termasuk Jepang, China, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Kerja sama tersebut bertujuan mendukung penanganan insiden pencemaran laut yang memerlukan respons lintas negara.

Di kesempatan yang sama, Alam Syah mengapresiasi penyelenggaraan Invirotech 2026 yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah untuk membahas berbagai isu lingkungan, termasuk perlindungan laut.

“Pelestarian lingkungan dan pembangunan tidak boleh dipertentangkan. Keduanya harus berjalan beriringan melalui konsep pembangunan berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan hingga generasi mendatang,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Indonesia memiliki potensi ekonomi maritim yang besar. Namun, peningkatan aktivitas pelayaran, perikanan, budidaya laut, dan industri maritim lainnya perlu diimbangi dengan upaya pencegahan pencemaran dan peningkatan kesiapsiagaan.

“Indonesia adalah negara maritim. Dua pertiga wilayah kita adalah laut. Karena itu, perlindungan lingkungan laut harus menjadi perhatian bersama. OSCT Indonesia siap menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan laut Indonesia untuk generasi sekarang dan masa depan,” tutup Alam Syah.

Perusahaan ini menegaskan bahwa kesiapan dan kolaborasi lintas negara menjadi fondasi penting untuk menjaga kebersihan laut Indonesia di tengah pertumbuhan industri maritim yang terus meningkat.

Invirotech 2026tumpahan minyakPT OSCT Indonesiakesiapsiagaan penanggulanganpencemaran lautkerja sama lintas negarapembangunan berkelanjutan

Komentar

Memuat komentar...