BCA Dukung Desa Patak Banteng, Program Genera‑Z 2026

Yanto K. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
BCA Dukung Desa Patak Banteng, Program Genera‑Z 2026

Gambar atau konten salah?

BCA telah menggelar kerja sama dengan Desa Patak Banteng, sebuah desa di dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah. Kerja sama ini menjadi bagian dari program Bakti BCA, yang bertujuan memajukan desa-desa binaan melalui berbagai inisiatif pembangunan.

Desa Patak Banteng dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program Genera‑Z Berbakti 2026. Program ini membuka ruang bagi kelompok mahasiswa dan mahasiswi untuk mengajukan proposal pengabdian masyarakat. Pemenang akan bertugas di desa tersebut, melakukan live in dan menerapkan inovasi sosial yang mendukung kemajuan desa.

Selama periode Juli 2026, tim mahasiswa pemenang akan berada di Patak Banteng. Mereka akan bekerja langsung dengan masyarakat, mengidentifikasi kebutuhan, dan merancang solusi berbasis teknologi serta pengetahuan yang relevan dengan konteks lokal.

“BCA berkomitmen untuk meningkatkan daya tarik wisata dan mengakselerasi perekonomian lokal secara berkelanjutan. Oleh karena itu, kami senantiasa mendorong setiap Desa Bakti BCA untuk menonjolkan karakteristik uniknya. Melalui strategi pendampingan menyeluruh, mulai dari pembinaan, peningkatan kapasitas SDM, hingga perluasan akses pasar, kami ingin memastikan seluruh desa binaan dapat naik kelas menjadi komunitas yang unggul dan berdaya,” kata Hera F. Haryn, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Kamis (11 Juni 2026).

Di Patak Banteng, tradisi masih hidup dan dijaga ketat. Salah satu upacara adat yang paling dikenal adalah Baritan Terang Bulan, yang digelar setiap bulan Suro pada malam ke‑10 dalam penanggalan Jawa. Upacara ini merupakan ungkapan rasa syukur atas hasil panen sekaligus doa untuk keselamatan dan kesejahteraan desa.

Selain itu, masyarakat desa juga menjaga Tari Patak Lengger, tarian tradisional yang menjadi bagian penting dari identitas budaya setempat. Tari ini sering dipentaskan dalam acara perayaan dan festival desa.

Potensi alam di Patak Banteng juga cukup menarik. Dengan kesuburan tanah vulkanik Dieng, para pelaku usaha lokal telah berhasil meramu buah endemik pepaya gunung (carica) menjadi manisan segar yang kini dikenal di pasar luar negeri.

Udara dingin lereng Gunung Prau memberi inspirasi bagi pembuatan minuman herbal tradisional. Minuman ini terbuat dari tanaman purwoceng (Pimpinella pruatjan) dan dikenal dengan julukan “Ginseng Jawa”. Kandungan alami minuman ini berkhasiat menghangatkan tubuh, meningkatkan vitalitas, serta melancarkan peredaran darah.

Terakhir, Dieng juga terkenal dengan komoditas unggulan kentang. Kentang kuning dari dataran tinggi ini memiliki kadar air rendah dan tekstur pulen. Kualitasnya yang tidak mudah hancur saat dimasak membuatnya ideal untuk diolah menjadi keripik, perkedel, kentang mustofa, atau camilan khas lainnya.

Dengan dukungan BCA, Desa Patak Banteng kini memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan potensi budaya dan alamnya. Program ini tidak hanya memberi manfaat langsung bagi masyarakat desa, tetapi juga membuka pintu bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan.

BCADesa Patak BantengGenera‑Z Berbakti 2026Bakti BCAPotensi budayaPotensi alamPerekonomian lokal

Komentar

Memuat komentar...