PT TIMAH RUPST: Direksi Diubah, Wadirut Hapus Struktur Baru
Gambar atau konten salah?
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT TIMAH Tbk digelar di Jakarta pada 12 Juni 2026. Dalam rapat tersebut, pemegang saham memutuskan beberapa perubahan susunan pengurus.
Anggota Suhendra Yusuf Ratuprawiranegara sebagai Direktur Pengembangan Usaha diberhentikan dengan hormat. Posisi Wakil Direktur Utama (Wadirut) dihapus. Harry Budi Sidharta, yang sebelumnya menjabat sebagai Wadirut, kini ditunjuk menjadi Direktur Strategi Korporasi dan Pengembangan Usaha.
Selain itu, jabatan Direktur SDM diubah menjadi Direktur SDM dan Transformasi Korporasi untuk menekankan peran perubahan dalam perusahaan.
“Susunan pengurus saat ini akan terus berkomitmen untuk terus memperkuat langkah perusahaan dalam menjalankan strategi bisnis, meningkatkan kinerja operasional, memperkuat tata kelola perusahaan yang baik, serta menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” katanya.
Berikut susunan direksi dan komisaris PT TIMAH setelah RUPST:
- Komisaris Utama (Independen): Agus Rohman
- Komisaris (Independen): Yuslih Ihza Mahendra
- Komisaris: Rizani Usman
- Komisaris (Independen): M. Hita Tunggal
- Komisaris: Eniya Listiani Dewi
- Direktur Utama: Restu Widiyantoro
- Direktur Strategi Korporasi dan Pengembangan Usaha: Harry Budi Sidharta
- Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Fina Eliani
- Direktur Operasi: Handy Geniardi
- Direktur Produksi dan Komersial: Ilhamsyah Mahendra
- Direktur SDM dan Transformasi Korporasi: Ratih Mayasari (hrp/hns)
Perubahan ini menandai upaya PT TIMAH untuk menyesuaikan struktur kepemimpinan dengan kebutuhan strategis dan operasional perusahaan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
