Pantai Karang Hawu Padat, Petugas Tegur Berenang Aman

Putri N. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 40 dibaca
Bisik.id
Pantai Karang Hawu Padat, Petugas Tegur Berenang Aman

Gambar atau konten salah?

Pantai Karang Hawu di Sukabumi berubah menjadi Lautan manusia, ribuan wisatawan menumpuk di pantai cantik ini.

Situasi Lautan manusia terlihat memadati garis pantai ikonik di selatan Jawa Barat sejak pagi hari, pada H+2 Lebaran, Senin, 23 Maret 2024.

Pantauan langsung di lokasi menunjukkan suasana riuh, manusia menyelimuti bibir pantai. Pengeras suara petugas berulang‑ulang mengingatkan para pelancong agar tidak nekat berenang menjauhi titik aman.

Di beberapa titik, bendera merah tanda larangan berenang sudah terpasang kuat. Petugas juga terlihat silih berganti melakukan patroli pesisir untuk memastikan tidak ada wisatawan yang membandel.

"Bapak, Ibu, mohon jangan berenang ke tengah! Ombak sedang pasang, tolong perhatikan bendera merah!"

Tak hanya larangan berenang, petugas juga mewanti‑wanti pengunjung yang asyik berswafoto di area karang. Mengingat air laut yang sedang pasang, area pinggiran karang menjadi sangat berbahaya karena hantaman ombak bisa datang sewaktu‑waktu.

"Justru bagus petugasnya 'cerewet' begitu. Kadang kalau sudah asyik main air atau foto-foto kan kita suka lupa diri. Dengan adanya suara pengeras suara dan petugas yang mondar-mandir, kita jadi selalu diingatkan kalau keselamatan itu nomor satu,"

Rahman, 38 tahun, asal Bogor, mengaku tidak risi dengan imbauan petugas yang terus‑menerus berbunyi. Ia merasa petugasnya 'cerewet' membantu mengingatkan keselamatan.

Meski jalur menuju lokasi wisata terpantau padat merayap, hal itu nampaknya tidak menyurutkan semangat warga untuk berlibur. Menembus kemacetan berjam‑jam sudah dianggap sebagai bumbu wajib libur Lebaran bagi mereka.

"Macet itu sudah jadi seni libur Lebaran yang bakal dikenang nanti kalau sudah pulang. Memang padat sekali tadi di jalan, tapi kami bawa santai saja. Perbekalan makanan dan minuman di mobil juga sudah siap. Kalau nggak macet, bukan Lebaran namanya,"

Siska, 32 tahun, asal Bandung, menambahkan bahwa beberapa ruas di jalan nasional rusak parah. Kabarnya karena adanya bencana alam, selain padat debunya juga tidak terhindarkan.

Hingga saat ini, arus wisatawan menuju Karang Hawu dan sekitarnya terpantau masih tinggi. Petugas gabungan masih bersiaga penuh di lapangan guna memastikan keamanan para pelancong.

Kegiatan liburan Lebaran di Pantai Karang Hawu menampilkan kepadatan tinggi dan upaya keselamatan yang ketat, namun tetap menarik bagi para pengunjung yang bersedia menempuh kemacetan.

Pantai Karang HawuLautan manusiaLebarankeselamatanpatroli pesisirbendera merahombak pasang

Komentar

Memuat komentar...