Pawai Obor Meriahkan Tahun Baru 1448 Hijriah di Tasikmalaya

Teguh A. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Pawai Obor Meriahkan Tahun Baru 1448 Hijriah di Tasikmalaya

Gambar atau konten salah?

Di Kota Tasikmalaya, malam pergantian tahun baru 1448 Hijriah disambut dengan pawai obor keliling kota dan perkampungan. Pada Senin, 15 Juni 2026, warga mulai turun ke jalan setelah salat Isya dan berdoa bersama di masjid masing-masing.

Pawai obor memeriahkan malam tahun baru Islam ini bersifat spontan. Tidak ada koordinasi terpusat, sehingga rombongan pawai tidak bergerak dalam satu rute. Meski begitu, kehangatan dan sukacita warga tetap terasa. Anak-anak, pemuda, hingga lansia turun ke jalan berkeliling kampung. Sebagian membawa obor, sebagian lainnya melantunkan salawat. Tabuhan bedug menambah meriah malam tahun baru Islam.

Kemeriahan serupa terjadi di banyak titik. Di setiap wilayah ada warga yang pawai keluar rumah, termasuk di kawasan pusat kota Tasikmalaya. Dari arah kawasan Simpang Lima dan Jalan dr Soekardjo, masyarakat yang melakukan pawai mulai menyemut menuju pusat kota Jalan HZ Mustofa.

“Alhamdulillah warga masih antusias, kita meriahkan tahun baru Islam, walau pun sederhana, tapi yang paling penting esensinya,” kata Irman Sukmana (46), warga Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya. Ia mengaku ikut pawai mendampingi anaknya yang ingin pawai obor. Namun, sebagai warga yang tinggal di perkotaan, ia kesulitan membuat obor. Mencari batang bambu dan minyak tanah menjadi tantangan. Akhirnya, ia membuat lilin dan membungkusnya dengan gelas plastik.

“Sudah beda zaman, sekarang susah cari minyak tanah. Dari pada anak kecewa, ya sudah pakai lilin saja, dilindungi sama gelas plasti biar tidak menetes ke tangan,” kata Irman.

Di daerah Citapen Tasikmalaya, kemeriahan pawai obor juga terlihat. Masyarakat yang merayakan malam tahun baru membeludak turun ke jalan. Mereka melakukan pawai menuju pusat kota. Lantunan salawat mengiringi langkah mereka menyambut datangnya tahun baru.

“Semoga tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya,” harap Pipih (30), warga Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya. Ia mengaku antusias mengikuti pawai obor sebagai ekspresi kebahagiaan menyambut datangnya tahun baru. “Ini sebagai syiar, kita rayakan tahun baru hijriah. Kita meriahkan tahun 1448 hijriah, tahun baru umat Islam,” kata Pipih.

Aparat kepolisian turut turun tangan mengamankan aktivitas masyarakat ini. Puluhan personel diturunkan untuk mengatur arus lalu lintas, termasuk membantu saat rombongan pawai menyeberang jalan.

Acara ini menunjukkan bagaimana warga Tasikmalaya merayakan pergantian tahun hijriah dengan cara yang sederhana namun penuh makna. Kegiatan pawai obor, meski tidak terkoordinasi secara terpusat, tetap menjadi simbol kebersamaan dan kehangatan komunitas.

Pawai oborTahun Baru HijriahTasikmalayaKegiatan keagamaanKomunitas lokalMinyak tanahKemeriahan malam

Komentar

Memuat komentar...