Mahasiswa Sukoharjo Blokir Jalan, Tuntut Tujuh Keberatan

Andi B. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Mahasiswa Sukoharjo Blokir Jalan, Tuntut Tujuh Keberatan

Gambar atau konten salah?

Di simpang tiga Tugu Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi mengadakan aksi demonstrasi pada hari Rabu, 17 Juni 2026. Mereka datang sekitar pukul 16.30 WIB dan langsung memblokade jalan putar yang menghubungkan arah barat ke selatan.

Para demonstran menampilkan spanduk dengan tulisan “BERANTAS KKN!”, “RAKYAT HEMAT KORUPTOR NIKMAT” dan membawa keranda bertuliskan “PENJABAT KAYA RAKYAT SENGSARA”. Aksi mereka tidak hanya berfokus pada penutup jalan; beberapa mahasiswa juga membakar keranda dan kardus, sehingga lingkaran yang mereka bentuk semakin menutup ruas jalan. Karena hal itu, kepolisian terpaksa melakukan rekayasa lalu lintas agar kendaraan dapat melewati jalan tersebut.

Setelah demonstrasi berlangsung, Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, dan Kapolres Sukoharjo, AKBP Anggaito Hadi Prabowo, menemui aliansi mahasiswa. Dalam dialog singkat, mahasiswa menuntut delapan hal terkait isu nasional dan lokal. Berikut daftar tuntutan tersebut:

  • Pencabutan RUU Polri
  • Evaluasi total MBG
  • Tolak KDMP
  • Penguatan rupiah dan stabilisasi harga BBM
  • Pengesahan RUU Perampasan Aset
  • Sengketa PT RUM
  • Perbaikan infrastruktur Jalan Adi Sumarmo Kartasura
  • Kesejahteraan guru

Kapolres Sukoharjo, Anggaito Hadi Prabowo, menjelaskan bahwa rencana undang-undang tersebut berasal dari kajian yang telah dilakukan selama beberapa kurun waktu. Ia menambahkan, “Terkait pasal kontroversial, mungkin bisa dibantu, ada yang namanya yudisial review, untuk melihat kembali pasal-pasal yang ada.”

Menanggapi isu ekonomi, Anggaito menyatakan bahwa pihaknya berusaha berkontribusi melalui peningkatan pengamanan dan kondusifitas wilayah. Ia berharap situasi yang aman di Sukoharjo dapat menenangkan investor dan mendorong mereka menanamkan modal di daerah tersebut.

Sementara itu, Eko Sapto Purnomo menyatakan bahwa soal MBG masih banyak hal yang perlu diperbaiki. Ia menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan monitoring dan melaporkan masalah yang ada ke Badan Gizi Nasional (BGN). “Momennya adalah liburan ini, mudah-mudahan benar program ini sementara akan dievaluasi total, sehingga akan banyak penyesuaian agar sesuai dengan ekspektasi kita semua,” ujarnya.

Berkenaan dengan jalan rusak, Sapto menegaskan bahwa Jalan Adi Sumarmo masuk dalam 10 program prioritas Pemkab Sukoharjo, sehingga segera dilakukan perbaikan. Ia juga menjelaskan bahwa saat ini di Sukoharjo sudah tidak ada lagi yang berstatus honorer, karena sudah diangkat menjadi PPPK.

“Saya siap mengajak mahasiswa untuk berdialog atau berdiskusi jika masih memiliki aspirasi yang akan disampaikan. Pemkab Sukoharjo siap memfasilitasi forum tersebut,” kata Sapto.

Perwakilan massa dari IMM Sukoharjo, Azhar Ardiansyah, menyatakan bahwa pihaknya akan memberi waktu seminggu untuk melihat langkah konkret pemerintah. Ia menambahkan, “Demonstrasi kali ini tidak seperti biasanya, tanda tangan langsung pergi. Kita akan ada jilid 1, 2, 3, karena ini berangkat dari keresahan bersama, bukan kepentingan kita pribadi. Kurang lebih kita beri tenggang waktu 7x24 jam.”

Setelah dialog selesai, mahasiswa membubarkan diri dengan tertib. Aksi demonstrasi ini menjadi contoh bagaimana mahasiswa dapat mengekspresikan aspirasi mereka melalui cara damai dan terstruktur, sekaligus membuka ruang bagi pemerintah untuk merespons tuntutan yang diajukan.

Demonstrasi mahasiswaTugu KartasuraKKNPencabutan RUU PolriEvaluasi total MBGJalan Adi SumarmoKapolres Sukoharjo

Komentar

Memuat komentar...