Pelalawan Rayakan 1 Muharram 1448 Pawai Obor dan Ikan Bakar

Dwi H. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Pelalawan Rayakan 1 Muharram 1448 Pawai Obor dan Ikan Bakar

Gambar atau konten salah?

Di malam 01 Januari 2027 (1 Muharram 1448 Hijriah), Pelalawan, Riau, menampilkan suasana berbeda. Langit cerah menjadi saksi ketika ribuan cahaya obor mulai menerangi kawasan Kantor Bupati hingga Tugu Bono di Pangkalan Kerinci. Lantunan zikir dan takbir bergema, menambah semangat warga yang datang dari berbagai daerah.

Ustaz Abdul Somad (UAS) hadir bersama ribuan masyarakat. Ia bukan sekadar penutur, melainkan bagian dari pesta rakyat bernuansa religius yang penuh kebersamaan. Sejak sore, warga berbondong-bondong datang, menanti tausiyah ustaz kondang tersebut. Anak-anak, remaja, dan orang tua duduk berdampingan, wajah-wajah penuh antusias.

Di hadapan ribuan penonton, Bupati Pelalawan Zukri menyampaikan gagasan besar. “Menjadikan Peringatan Tahun Baru Islam sebagai tradisi tahunan masyarakat Pelalawan.” Ia menegaskan bahwa pergantian tahun Hijriah bukan hanya soal angka dalam kalender, melainkan momentum memperkuat keimanan, silaturahmi, dan rasa syukur bersama.

Dalam hitungan jam kita memasuki Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Mulai malam ini, Insya Allah Kabupaten Pelalawan akan membangun tradisi baru, memperingati Tahun Baru Islam secara meriah, religius, dan penuh kebersamaan,” kata Zukri. Ia membayangkan suatu hari nanti anak muda Pelalawan akan mengenang malam-malam Muharram sebagai momen istimewa. “Kelak anak-anak kita akan mengingat bahwa setiap memasuki 1 Muharram ada pawai obor yang meriah, ada kebersamaan masyarakat, ada salat berjamaah, doa, istighfar, dan rasa syukur bersama,” tambahnya.

Selama acara, Bupati Zukri juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat atas segala kekurangan selama menjalankan amanah pemerintahan. Ia menegaskan komitmen untuk terus memperbaiki pelayanan publik.

Setelah Tabligh Akbar dan salat Isya berjamaah, ribuan peserta bergerak menuju kawasan Tugu Bono Pangkalan Kerinci. Dari kejauhan, cahaya obor berbaris panjang menyerupai sungai cahaya yang mengalir di tengah malam. Puncak kemeriahan berlangsung di ikon Kabupaten Pelalawan tersebut.

Pemerintah Kabupaten Pelalawan menyiapkan 5,5 ton ikan bakar untuk dinikmati bersama secara gratis. Pemandangan itu menyampaikan pesan sederhana namun kuat: Tahun Baru Islam bukan hanya dirayakan dengan doa, tetapi juga dengan berbagi kebahagiaan dan mempererat persaudaraan.

Hadir di acara tersebut adalah Wakil Bupati Pelalawan Husni Tamrin, Forkopimda Pelalawan, Asisten I Setdaprov Riau Zulkifli Syukur mewakili Gubernur Riau, Sekretaris Daerah Kabupaten Pelalawan Tengku Zulfan, para asisten, kepala OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ribuan warga yang memadati lokasi kegiatan. Momentum ini menjadi kehangatan bersama yang nyata.

Acara malam itu menegaskan bahwa peringatan Tahun Baru Islam di Pelalawan tidak sekadar tradisi, melainkan upaya bersama untuk mempererat ukhuwah, memperkuat iman, dan menumbuhkan kebersamaan di antara masyarakat. Dengan lampu obor, doa, dan hidangan bersama, masyarakat Pelalawan menandai malam 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai momen yang akan dikenang oleh generasi mendatang.

PelalawanTahun Baru Islam1448 HijriahUstaz Abdul SomadBupati ZukriOborPangkalan KerinciTradisi baru

Komentar

Memuat komentar...