Pemanasan Tak Jamin Bebas Cedera, Dokter Ungkap Fakta

Dedi S. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Pemanasan Tak Jamin Bebas Cedera, Dokter Ungkap Fakta

Gambar atau konten salah?

Pernah dengar alasan "kurang pemanasan" setiap kali ada yang cedera olahraga? Mulai dari keseleo main futsal, otot tertarik lari pagi, sampai cedera di gym. Kalimat itu seolah jadi jawaban universal. Tapi dokter punya pandangan berbeda. Pemanasan bukan jaminan bebas cedera.

Varnit Yadav, pakar nutrisi, olahraga, dan kebugaran dari Lucknow, India, menjelaskan fungsi pemanasan. "Pemanasan mempersiapkan otot, meredakan ketegangan otot, dan mempersiapkan sistem saraf untuk upaya yang akan datang. Melewatkannya dapat meningkatkan risiko cedera dan mengurangi efisiensi proses latihan," kata Yadav. Saat pemanasan, aliran darah ke otot naik bertahap. Otot jadi lebih lentur. Suhu tubuh naik. Sendi lebih siap menerima gerakan.

Tapi jangan salah sangka. Spesialis Kedokteran Olahraga dr. Andhika Raspati, SpKO, mengingatkan bahwa cedera tidak cuma soal pemanasan. "Jangan kemudian berpikir bahwa kalau pemanasan gue bener, gue akan aman dari cedera, itu nggak," ujarnya. Tubuh punya batas. Otot, tendon, ligamen, sendi semua punya kapasitas menerima beban. Latihan terlalu berat, terlalu cepat, teknik salah — jaringan itu tetap bisa cedera. Pemanasan hanya menurunkan risiko, bukan menghilangkannya.

Kesalahan Saat Pemanasan yang Sering Terjadi

Banyak orang melewatkan pemanasan. Atau melakukannya dengan cara keliru. Salah satu kesalahan terbesar: langsung peregangan statis sebelum olahraga. Padahal tubuh butuh gerakan dinamis. "Untuk memulai, lebih bagus yang dinamis. Karena kita kan mau melakukan gerakan yang dinamis kan, jadi harus dimulai dengan yang dinamis pula," kata dr. Andhika. Peregangan dinamis membuat tubuh beradaptasi perlahan. Meningkatkan suhu otot, memperbaiki koordinasi, menyiapkan sistem saraf.

Pendinginan Jangan Disepelekan

Usai olahraga, banyak orang langsung duduk atau berhenti total. Padahal pendinginan sama pentingnya dengan pemanasan. Menurut dr. Andhika, pendinginan membantu tubuh menurunkan intensitas aktivitas secara bertahap. "Mengembalikan sirkulasi darah dan mendinginkan otot-ototnya. Kalau mengembalikan sirkulasi darah, bisa dengan berjalan," katanya. Setelah denyut jantung menurun, barulah peregangan statis dilakukan. "Kalau mengembalikan otot ke level semula baru dengan gerakan (stretching) yang statis," tambahnya.

Gerakan Pemanasan Sederhana

National Health Service (NHS) menyarankan beberapa gerakan mudah. Mulai dengan berjalan di tempat sekitar tiga menit sambil mengayun kedua lengan mengikuti irama. Lalu heel digs selama satu menit: menapakkan tumit bergantian ke depan sambil mendorong kedua tangan ke depan. Selanjutnya knee lifts: angkat lutut bergantian hingga mendekati tangan berlawanan selama 30 detik. Lakukan shoulder rolls: putar bahu ke depan dan ke belakang masing-masing lima kali sambil tetap berjalan di tempat. Akhiri dengan knee bends: tekuk lutut 10 kali, kaki selebar bahu, kedua tangan lurus ke depan.

Pemanasan memang penting. Tapi bukan satu-satunya penentu. Intensitas latihan tetap harus sesuai kemampuan. Gunakan teknik benar. Jangan memaksakan tubuh melebihi batas. Itu kunci utama biar olahraga aman dan manfaat optimal.

pemanasancedera olahragaperegangan dinamispendinginanintensitas latihanteknik olahragarisiko cedera

Komentar

Memuat komentar...