Pemerintah Jepang Siapkan Aturan Ketat untuk Makan Ayam Mentah
Gambar atau konten salah?
Di Jepang, tren makan ayam mentah makin populer. Pemerintah setempat pun bergerak. Mereka menyusun aturan baru untuk keamanan pangan.
Selama ini, belum ada regulasi khusus untuk daging ayam mentah. Padahal, risikonya besar. Bakteri Campylobacter dan salmonella bisa menyebabkan keracunan makanan. Infeksi ini juga bisa memicu sindrom Guillain-Barré. Penyakit langka itu membuat sistem imun menyerang saraf. Akibatnya, kelumpuhan bisa terjadi.
Dilansir dari SoraNews24 pada 09 Juli 2026, menu ayam mentah makin banyak di restoran Jepang. Salah satu yang populer adalah chicken tataki. Daging ayam dipanggang sebentar di bagian luar. Bagian dalamnya tetap mentah atau setengah matang.
Berbeda dengan ikan segar, ayam mentah punya risiko kontaminasi bakteri yang jauh lebih tinggi. Ayam yang baru dipotong justru lebih berbahaya. Bakteri Campylobacter masih aktif berkembang biak. Bakteri ini bisa menyebabkan diare, demam, dan sakit perut. Dalam kasus tertentu, bisa memicu sindrom Guillain-Barré yang menyerang sistem saraf.
Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang mengumumkan sedang menyusun pedoman resmi. Aturan ini akan mengatur penyajian ayam mentah. Beberapa hal yang akan diatur antara lain:
- Pemisahan daging ayam yang akan dimasak dan yang disajikan mentah.
- Metode sterilisasi permukaan daging melalui pemanggangan singkat.
- Tata cara penyimpanan yang aman.
Restoran yang tetap menyajikan ayam mentah kemungkinan wajib memberi peringatan kepada pelanggan. Peringatan itu berisi risiko kesehatan yang bisa ditimbulkan. Pemerintah menilai langkah ini penting. Sebab, prosedur keamanan sekalipun tidak bisa menghilangkan seluruh risiko infeksi.
Prefektur Kagoshima punya tradisi panjang menyajikan ayam mentah. Selama bertahun-tahun, pemerintah daerah di sana menerapkan standar pengolahan yang ketat. Praktik ini tetap dipertahankan sebagai bagian dari budaya kuliner setempat.
Rencana regulasi ini mendapat beragam tanggapan dari warga Jepang. Banyak yang menilai aturan itu sudah seharusnya diterapkan. Namun, sebagian lainnya berpendapat tradisi di Kagoshima dan Prefektur Miyazaki sebaiknya tetap dipertahankan. Alasannya, prosedur keamanan di sana lebih ketat dibandingkan daerah lain.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana budaya kuliner bisa berbenturan dengan risiko kesehatan. Di satu sisi, tradisi makan ayam mentah sudah mengakar di beberapa daerah. Di sisi lain, risiko infeksi bakteri tetap ada meskipun sudah ada prosedur keamanan. Pemerintah Jepang mencoba menyeimbangkan keduanya dengan aturan yang lebih jelas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
