Pemerintah Kirim Rp 2 Triliun Harian ke Pasar Obligasi

Bayu K. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 80 dibaca
Bisik.id
Pemerintah Kirim Rp 2 Triliun Harian ke Pasar Obligasi

Gambar atau konten salah?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan pada 19 Mei 2026 bahwa pemerintah akan menyalurkan Rp 2 triliun setiap harinya ke pasar obligasi. Langkah ini diambil untuk meredakan tekanan USD terhadap Rupiah.

“Ketika rupiah melemah dari bulan Januari ke bulan April kemarin melemah signifikan, orang kan bilang capital outflow. Saya lihat dong outflow‑nya di mana sih yang paling besar ternyata di bond market juga cukup signifikan,” ujar Purbaya di konferensi pers APBN KiTA.

Ia menambahkan, “Januari sampai April kemarin cuma berapa? Rp 21 triliun, rupiah melemah dengan signifikan seperti itu. Jadi saya bilang kalau cuma Rp 21 triliun mah gampang jaganya, saya punya uang cukup. Target pertama itu, mengembalikan yield ke level sebelumnya.”

Menurut Purbaya, dana yang digelontorkan berasal dari pengelolaan kas pemerintah, termasuk SAL (Saldo Anggaran Lebih). Ia menyatakan, “Anda ingat kan saya punya SAL, Rp 430 ya? SAL kita berapa? Tadi naik kayaknya. Rp 434 triliun, jadi napas saya panjang.”

Namun saat ditanya lebih jauh apakah dana untuk intervensi di pasar obligasi domestik ini seluruhnya bersumber dari SAL, Purbaya mengelak. Ia juga enggan menjelaskan lebih jauh sumber dana lain yang dimaksudkan. “Mau pengin tahu saja, suka‑suka saya. Nggak, kita pakai semua sumber dana yang ada secara optimal, gitu saja, bukan hanya SAL,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa dana pemerintah masih sangat cukup untuk terus melakukan intervensi di pasar modal. “Bahkan jika kepepet, ia bisa mengandalkan bantuan dari sejumlah badan usaha yang berada di bawah Kemenkeu seperti PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) atau Indonesia Investment Authority (INA).”

Sehingga sampai saat ini pemerintah belum membutuhkan bantuan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk menjaga pasar obligasi demi menarik kembali minat investor asing dan menahan nilai tukar rupiah. “Kita baru cash management saja untuk memastikan harga bond‑nya stabil. Kalau saya mampu sendirian saya kerjaan sendiri. Jadi belum bisa, belum memanggil yang lain‑lain,” terang Purbaya.

Ia menambahkan, “Saya masih banyak punya cadangan tenaga bantuan kalau kepepet. Ada SMI, ada INA, ada ini, ada banyak tuh. Di bawah saya langsung. Jadi kita tidak memakai Danantara untuk menjaga stabilitas ini karena kekuatan kita cukup.”

Intervensi ini menegaskan bahwa Kemenkeu memiliki sumber daya yang cukup untuk mendukung pasar obligasi dan menjaga stabilitas mata uang. Dengan penyaluran harian yang konsisten, pemerintah berupaya menahan tekanan dolar dan menjaga kepercayaan investor.

intervensi pasar obligasiRp 2 triliun harianUSDRupiahcapital outflowSALSMI

Komentar

Memuat komentar...