Pemerintah Tambah 14.000 km Jalur Kereta 2026‑2045

Lia N. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 110 dibaca
Bisik.id
Pemerintah Tambah 14.000 km Jalur Kereta 2026‑2045

Gambar atau konten salah?

Di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengumumkan rencana pemerintah menambah jaringan kereta api sepanjang 14.000 km di seluruh Indonesia.

Rencana tersebut menargetkan wilayah utama seperti Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. AHY menjelaskan dua skema utama: reaktivasi jalur yang sudah tidak beroperasi dan pembangunan jalur baru.

"Kita perlu membangun atau mengembangkan dan mereaktivasi kurang lebih 14.000 km. Dan itu tentu tidak bisa seketika, perlu proses jangka menengah dan jangka panjang. Sehingga harus ada quick wins-nya dan harus ada anggaran yang memadai," kata AHY dalam konferensi pers pada 22 April 2026.

Rencana penambahan jalur ini akan dilaksanakan secara bertahap selama 20 tahun ke depan. Untuk itu, Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNas) baru masih dalam penyusunan.

Perkiraan awal menunjukkan biaya total sekitar Rp 1.200 triliun. Dengan periode 20 tahun, anggaran tahunan diperkirakan sekitar Rp 60‑65 triliun hingga 2045.

"Jika kita ingin menambah, katakanlah tadi 14.000 km dalam sekian tahun ke depan, maka biayanya itu diperkirakan sekitar Rp 1.200 triliun, 20 tahun hingga 2045," jelas AHY. "Sederhananya, jika dibagi 20 tahun, kurang lebih Rp 60‑65 triliun harus disiapkan untuk bisa mengembangkan dan memenuhi target ataupun roadmap seperti itu," sambungnya.

Untuk sumber dana, pemerintah akan memanfaatkan anggaran APBN dan APBD, serta pendanaan mandiri dari investasi swasta dan skema pembiayaan lain.

"Tentunya bukan hanya dibebankan pada APBN, tapi juga APBD karena pemerintah daerah harus terlibat langsung. Selain itu, ada juga skema kerja sama antara pemerintah dan swasta, seperti KPBU, termasuk investasi dari luar. Kita harapkan ada sumber‑sumber keuangan kreatif lainnya," ujar AHY.

Namun, AHY menegaskan bahwa hitungan anggaran belum final. Biaya pembangunan jalur kereta akan berbeda-beda di setiap wilayah, tergantung kondisi geografis dan lingkungan setempat.

"Tapi ini belumlah hitungan final, kita masih akan menyempurnakan. Karena sekali lagi, membangun dan mengembangkan infrastruktur sangat tergantung pada kondisi geografis daerah yang akan kita kembangkan," pungkasnya.

Dengan rencana ambisius ini, pemerintah menargetkan jaringan kereta api yang lebih luas dan terintegrasi, sekaligus membuka peluang bagi investasi swasta dan daerah.

Jaringan Kereta ApiRIPNasAPBNAPBDKPBUInvestasi SwastaIndonesia

Komentar

Memuat komentar...