Pemprov Jatim Siapkan 3.800 Sumur Bor untuk El Nino 2026
Gambar atau konten salah?
Pemprov Jatim mengumumkan komitmen kuat menjaga provinsi sebagai lumbung pangan saat musim kemarau atau El Nino Godzilla pada tahun 2026. Pada 7 April 2026, Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Dampak Hidrometeorologi dan Potensi Bencana Musim Kemarau Jawa Timur 2026 di Surabaya.
Dalam sambutannya, Emil menegaskan, “Sebagai langkah jangka panjang, Pemprov Jatim telah mengoperasikan lebih dari 2.000 sumur bor dalam dua tahun terakhir, dengan tambahan 1.800 unit pada tahun ini, jadi total 3.800,” . Ribuan sumur bor ini difokuskan di daerah-daerah lumbung pangan padi, terutama di wilayah Ngawi dan sekitarnya.
Ia menambahkan, “Relatif semua punya kerawanan titik-titik kerawanan kering ya. Ada spot-spot yang punya kerawanan. Yang pasti tentunya kan lumbung-lumbung padi itu kan seperti di Ngawi ini juga akan terpengaruh ya dan merata,” . Selain Ngawi, Pemprov menilai daerah lumbung pangan lain seperti Banyuwangi, Lamongan, Ponorogo hingga Madiun juga memerlukan perhatian.
Emil juga mengungkapkan rencana memaksimalkan bendungan di beberapa wilayah. “Bendungan di sejumlah wilayah seperti Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, Nganjuk dan Bojonegoro bakal dimaksimalkan sebagai tandon air cadangan,” katanya. Ia menekankan bahwa kerawanan kekeringan diprediksi merata di wilayah lumbung pangan, mulai dari Banyuwangi di ujung timur, kawasan Pantura, hingga wilayah Mataraman seperti Ngawi dan Madiun.
Selain ketersediaan air, Emil menyoroti ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia menegaskan pentingnya respons cepat dan penegakan hukum tegas terhadap aktivitas ilegal di kawasan hutan. “Langkah mitigasi paling efektif adalah pemadaman darat sedini mungkin sebelum api menjalar ke lereng yang sulit dijangkau,” jelasnya.
Menurut prakiraan BMKG, musim kemarau mulai melanda wilayah Jawa Timur pada bulan April dan puncaknya diperkirakan pada Agustus. “Relatif tersebar dan semuanya punya kerawanan terkait kekeringan. Hanya tinggal timing-nya aja ada yang Juni sudah mulai merasakan tapi yang serentak itu terjadi di Agustus,” tutupnya.
Dengan ribuan sumur bor dan rencana pemanfaatan bendungan serta penegakan hukum terhadap karhutla, Pemprov Jatim berusaha menjaga ketahanan pangan dan mengurangi dampak kemarau di provinsi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Kebakaran Ilalang 2 Hektare di Klungkung, Damkar Kewalahan
Logo HUT ke-81 RI Resmi Diluncurkan
192 Siswa Sekolah Rakyat Kediri Mulai MPLS 14 Juli
Balongsong: Rumah Arwah Sementara Orang Minahasa
Prancis Kalahkan Maroko 2-0, Mbappe Cedera
Komdigi: Pita 7 GHz Jadi Kandidat 6G, tapi Ada Dilema
BPBD Bengkulu Waspadai Longsor dan Karhutla Saat Kemarau
Kebakaran Hanguskan Dua Kelas di Semarang
Satpol PP Dihukum Berat Gara-gara Mabuk Saat Jaga