Penalti Gagal, Brasil Tersingkir dari Piala Dunia
Gambar atau konten salah?
Sebuah momen penalti yang gagal dieksekusi menjadi titik balik kekalahan Brasil dari Norwegia di Piala Dunia 2026. Keputusan pelatih Carlo Ancelotti menunjuk Bruno Guimaraes sebagai algojo penalti pun menuai banyak pertanyaan.
Brasil harus pulang lebih awal setelah tersingkir di babak 16 besar. Tim Samba kalah 1-2 dari Norwegia di New York New Jersey Stadium pada Senin, 06 Juli 2026.
Dua gol kemenangan Norwegia dicetak oleh Erling Haaland pada menit ke-79 dan 80. Brasil hanya bisa membalas lewat penalti Neymar di menit-menit akhir pertandingan.
Padahal, Brasil punya kesempatan untuk unggul lebih dulu. Peluang itu datang saat mereka mendapat hadiah penalti pada menit ke-14.
Wasit menunjuk titik putih setelah Kristoffer Ajer melanggar Matheus Cunha. Bruno Guimaraes yang maju sebagai eksekutor, namun sepakannya berhasil ditepis oleh kiper Norwegia, Orjan Nyland.
Seandainya penalti itu berbuah gol, situasi pertandingan mungkin akan berbeda. Brasil bisa bermain lebih nyaman jika unggul lebih dulu.
Keputusan Ancelotti menunjuk Guimaraes sebagai eksekutor penalti banyak dipertanyakan. Pasalnya, gelandang Newcastle United ini sebelumnya hanya tiga kali mengambil penalti. Itu pun dilakukan bersama klubnya di Inggris. Ia tidak pernah maju mengeksekusi penalti saat membela Brasil sebelum laga melawan Norwegia.
Brasil sebenarnya memiliki Vinicius Junior yang lebih sering mencetak gol dari titik putih. Penyerang Real Madrid ini sudah mencetak tiga gol penalti untuk Brasil. Namun, tugas eksekusi penalti tidak diberikan kepadanya.
Ancelotti mengungkapkan bahwa Guimaraes memang menjadi opsi utama penendang penalti pada momen itu. Hal ini karena dua penendang penalti utama Brasil, Neymar dan Raphinha, tidak berada di lapangan.
Neymar belum dimasukkan ke dalam pertandingan. Sementara Raphinha hanya duduk di bangku cadangan karena baru pulih dari cedera. Guimaraes adalah penendang penalti ketiga Brasil.
"Menurut daftar penendang, Neymar adalah orang terbaik untuk mengambil penalti, lalu Raphinha, dan kemudian Bruno," kata Ancelotti setelah pertandingan. "Jadi kami memilihnya karena kami merasa dia adalah yang terbaik di lapangan. Baik Neymar maupun Raphinha tidak masuk dalam tim inti."
Brasil sebenarnya memiliki Vinicius Junior yang lebih sering mencetak gol dari titik putih. Penyerang Real Madrid ini sudah mencetak tiga gol penalti untuk Brasil. Namun, tugas eksekusi penalti tidak diberikan kepadanya.
Guimaraes sebelumnya hanya tiga kali mengambil penalti, semuanya bersama Newcastle United. Ia tidak pernah maju mengeksekusi penalti saat membela Brasil sebelum laga melawan Norwegia.
Kegagalan penalti Guimaraes menjadi titik balik pertandingan. Norwegia kemudian mencetak dua gol cepat melalui Haaland pada menit ke-79 dan 80. Brasil baru bisa memperkecil kedudukan lewat penalti Neymar di menit akhir.
Keputusan Ancelotti menunjuk Guimaraes sebagai eksekutor menjadi sorotan. Gelandang Newcastle United ini sebelumnya hanya tiga kali mengambil penalti, semuanya bersama klubnya di Inggris. Ia tidak pernah maju mengeksekusi penalti saat membela Brasil sebelum laga melawan Norwegia.
Brasil sebenarnya memiliki Vinicius Junior yang lebih sering mencetak gol dari titik putih. Penyerang Real Madrid ini sudah mencetak tiga gol penalti untuk Brasil. Namun, tugas eksekusi penalti tidak diberikan kepadanya.
Ancelotti menjelaskan bahwa Guimaraes menjadi opsi utama penendang penalti karena dua penendang utama Brasil, Neymar dan Raphinha, tidak berada di lapangan. Neymar belum dimasukkan ke dalam pertandingan, sedangkan Raphinha hanya duduk di bangku cadangan karena baru pulih dari cedera.
Menurut daftar penendang penalti Brasil, Neymar adalah orang terbaik untuk mengambil penalti, lalu Raphinha, dan kemudian Bruno. Ancelotti memilih Guimaraes karena merasa dia adalah yang terbaik di lapangan pada saat itu.
Kegagalan penalti Guimaraes menjadi titik balik pertandingan. Brasil sebenarnya punya peluang untuk unggul lebih dulu setelah mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-14. Wasit menunjuk titik putih setelah Kristoffer Ajer melanggar Matheus Cunha.
Namun, sepakan Guimaraes berhasil ditepis Orjan Nyland. Andai penalti ini berbuah gol, situasi mungkin akan berbeda. Brasil bisa bermain lebih nyaman jika unggul lebih dulu.
Keputusan Ancelotti menunjuk Guimaraes sebagai eksekutor penalti banyak dipertanyakan. Gelandang Newcastle United ini sebelumnya hanya tiga kali mengambil penalti, semuanya bersama klubnya di Inggris. Ia tidak pernah maju mengeksekusi penalti saat berseragam Brasil sebelum laga melawan Norwegia.
Brasil sebenarnya memiliki Vinicius Junior yang lebih sering mencetak gol dari titik putih. Penyerang Real Madrid ini sudah mencetak tiga gol penalti untuk Brasil. Namun, tugas eksekusi penalti tidak diberikan kepadanya.
Ancelotti mengungkapkan bahwa Guimaraes menjadi opsi utama penendang penalti pada momen itu karena Neymar dan Raphinha tidak berada di lapangan. Neymar belum dimasukkan, sedangkan Raphinha hanya duduk di bangku cadangan karena baru pulih dari cedera. Guimaraes adalah penendang penalti ketiga Brasil.
"Menurut daftar penendang, Neymar adalah orang terbaik untuk mengambil penalti, lalu Raphinha, dan kemudian Bruno," kata Ancelotti setelah pertandingan. "Jadi kami memilihnya karena kami merasa dia adalah yang terbaik di lapangan. Baik Neymar maupun Raphinha tidak masuk dalam tim inti."
Kegagalan penalti Guimaraes menjadi titik balik pertandingan. Andai penalti itu berbuah gol, situasi mungkin akan berbeda. Brasil bisa bermain lebih nyaman jika unggul lebih dulu. Namun, sepakan Guimaraes berhasil ditepis Nyland, dan Norwegia kemudian mencetak dua gol cepat melalui Haaland. Brasil baru bisa membalas lewat penalti Neymar di menit akhir, tetapi itu tidak cukup untuk menyelamatkan mereka dari kekalahan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Inggris Ungguli Meksiko 2-1 di Babak Pertama Piala Dunia
Haaland Bantai Brasil, Norwegia Laju ke Perempat Final
Trump Ucapkan Terima Kasih ke FIFA soal Banding Balogun
Portugal vs Spanyol: Laga Sengit di 16 Besar Piala Dunia
Brasil Kalah Lagi dari Norwegia, Haaland Jadi Mimpi Buruk
Kepulangan Pahlawan: Timnas Tanjung Verde Disambut Rakyat
Berita Terbaru
Penalti Gagal, Brasil Tersingkir dari Piala Dunia
Ambulans Boleh Terobos Lampu Merah, Ini Aturannya
Inggris Ungguli Meksiko 2-1 di Babak Pertama Piala Dunia
Haaland Bantai Brasil, Norwegia Laju ke Perempat Final
Pagar Roboh di Konser Denny Caknan, Dua Petugas Terluka
BBK Satukan Oppo, OnePlus, dan Realme dalam Satu OS
Kurang Bayar Pajak ASN Tembus Rp9,16 Triliun
Kemendikdasmen Rilis Panduan MPLS 2026