Peneliti Temukan Kunci Hewan Laut Bertahan dari Kepunahan Massal

Dian P. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Peneliti Temukan Kunci Hewan Laut Bertahan dari Kepunahan Massal

Gambar atau konten salah?

Sekitar 252 juta tahun yang lalu, Bumi mengalami peristiwa yang sangat dahsyat. Peristiwa itu dikenal sebagai The Great Dying, atau Kepunahan Permian-Trias. Ini adalah kepunahan massal terbesar yang pernah terjadi di planet kita. Bayangkan, sebanyak 96% spesies laut dan 70% vertebrata darat musnah saat itu. Hanya sebagian kecil hewan yang berhasil bertahan hidup. Pertanyaan besarnya, kenapa mereka bisa selamat?

Sekarang, sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Stanford University mengaku telah menemukan bukti terkuat untuk menjawab pertanyaan itu. Mereka ingin tahu mengapa beberapa hewan laut bisa bertahan sementara yang lain punah total. Temuan ini juga memberikan gambaran tentang apa yang mungkin terjadi pada lautan kita saat ini akibat pemanasan global.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan fisik hewan untuk bertahan di suhu tinggi dan kadar oksigen rendah adalah faktor utama. "Studi ini memberikan bukti paling kuat sejauh ini mengenai mengapa sebagian hewan laut mampu bertahan dari kepunahan massal terbesar di Bumi, sementara banyak lainnya lenyap selamanya," kata tim peneliti dalam laporan yang dikutip dari ScienceDaily, pada 14 Juli 2026.

Pada akhir periode Permian, perubahan iklim terjadi secara ekstrem. Suhu laut naik drastis. Air laut yang lebih hangat hanya bisa menyimpan lebih sedikit oksigen. Ironisnya, di saat yang sama, kebutuhan oksigen hewan-hewan laut justru meningkat. Akibatnya, banyak spesies tidak mampu memenuhi kebutuhan metabolisme mereka. Mereka pun punah. Sebaliknya, hewan yang memiliki toleransi lebih tinggi terhadap kondisi panas dan miskin oksigen memiliki peluang bertahan hidup yang jauh lebih besar.

Para peneliti mengatakan bahwa hasil studi ini bukan hanya menjelaskan misteri besar dalam sejarah kehidupan di Bumi. Ini juga menjadi peringatan keras. Pemanasan global akibat perubahan iklim diperkirakan akan meningkatkan suhu laut dan mengurangi kadar oksigen di berbagai wilayah samudra. Tekanan yang tercipta mirip dengan apa yang terjadi ratusan juta tahun lalu. "Temuan ini tidak hanya menjelaskan bagaimana ekosistem laut modern terbentuk, tetapi juga memberikan gambaran tentang bagaimana lautan yang terus menghangat dapat memengaruhi kehidupan laut pada masa depan," ujar tim peneliti.

Studi ini juga menemukan bahwa kepunahan massal tidak terjadi secara acak. Kelompok hewan dengan karakteristik biologis tertentu lebih rentan terhadap perubahan lingkungan ekstrem dibandingkan kelompok lain. Dengan memahami ciri-ciri spesies yang mampu bertahan pada masa lalu, para ilmuwan berharap dapat memprediksi organisme laut mana yang paling rentan menghadapi perubahan iklim saat ini. Harapannya, strategi konservasi yang lebih tepat bisa disusun.

Para peneliti menilai, meski peristiwa The Great Dying terjadi jutaan tahun lalu, mekanisme yang menyebabkan kepunahan kala itu masih sangat relevan. Ini membantu kita memahami tantangan yang kini dihadapi lautan di era perubahan iklim. Intinya, apa yang terjadi di masa lalu bisa menjadi cermin untuk masa depan kita.

Kepunahan Permian-TriasThe Great Dyingpemanasan globaloksigen rendahtoleransi suhu tinggikepunahan massalperubahan iklim

Komentar

Memuat komentar...