Penipuan Mengatasnamakan BGN, Minta Uang Iming-iming Percepatan Dapur

Iwan D. · 2 min baca · 1 jam lalu · 21 dibaca
Bisik.id
Penipuan Mengatasnamakan BGN, Minta Uang Iming-iming Percepatan Dapur

Gambar atau konten salah?

Badan Gizi Nasional (BGN) angkat bicara soal maraknya penipuan yang mengatasnamakan lembaga mereka. Modusnya, pelaku menjanjikan percepatan pembukaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Calon mitra yang diincar diminta menyetor sejumlah uang.

Juru Bicara BGN, Tysa Novenny, mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada. Setiap informasi yang mengatasnamakan BGN, terutama yang berpotensi merugikan atau meminta tindakan tertentu, harus dicek kebenarannya. Jangan langsung percaya.

Peringatan ini muncul setelah adanya oknum yang mendatangi calon mitra secara langsung. Mereka menjanjikan proses pembukaan dapur SPPG bisa dipercepat. Sebagai bukti, oknum itu membawa nota dinas verifikasi dan validasi untuk SPPG milik calon mitra. Lalu, mereka meminta uang.

Tysa menegaskan, ini murni penipuan. Tidak ada proses operasional yang bisa dipercepat dengan imbalan pembayaran. Masyarakat diminta jangan mudah tergiur.

"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan Badan Gizi Nasional. Jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi. Pastikan terlebih dahulu kebenaran identitas pihak yang menghubungi serta informasi yang disampaikan," kata Tysa dalam keterangan resmi pada Minggu, 11 Oktober 2026.

Menurut dia, kewaspadaan adalah langkah penting. Nama institusi pemerintah bisa saja disalahgunakan oleh pihak tak bertanggung jawab. Informasi yang datang lewat pesan pribadi, media sosial, atau saluran lain harus diperiksa dulu sebelum ditindaklanjuti.

Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, juga angkat bicara. Ia menegaskan, tindakan meminta uang dengan iming-iming percepatan pembukaan SPPG adalah pelanggaran. Ini harus diwaspadai dan ditindak sesuai hukum.

"Pencatutan nama institusi pemerintah untuk memperoleh keuntungan pribadi, terlebih jika disertai permintaan sejumlah uang dengan menggunakan dokumen atau keterangan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum. Kami mengimbau masyarakat agar tidak memenuhi permintaan tersebut secara terburu-buru dan segera melakukan verifikasi melalui kanal resmi BGN," ujar Hida.

Ia menambahkan, jika menemukan indikasi penipuan, simpan semua bukti. Bukti itu bisa berupa pesan komunikasi, identitas pihak yang menghubungi, atau dokumen yang ditunjukkan. Semua itu penting untuk proses pelaporan dan penelusuran lebih lanjut. Dengan begitu, dugaan penyalahgunaan nama BGN bisa ditangani sesuai aturan.

BGN juga mengingatkan, jangan terburu-buru mengambil keputusan hanya karena klaim seseorang yang mengaku sebagai perwakilan institusi. Verifikasi melalui kanal komunikasi resmi adalah langkah kunci. Ini untuk memastikan informasi itu benar dan menghindari kerugian.

Selain waspada, masyarakat diminta tidak langsung menyebarkan informasi yang belum pasti kebenarannya. Jika menemukan indikasi penipuan yang mencatut nama BGN, simpan bukti komunikasi dan laporkan ke pihak berwenang melalui saluran yang sesuai.

Hida meminta masyarakat berperan aktif mencegah penipuan. Jika menemukan atau mengalami indikasi penipuan yang mengatasnamakan BGN, laporan bisa disampaikan melalui layanan call center resmi BGN, SAGI 127, SP4N-LAPOR! BGN, PO BOX 45000, Lapor Mas Dar!, atau dengan membuat janji temu melalui Pusat Pelayanan Terpadu di Kantor BGN.

Modus penipuan ini memanfaatkan program pemerintah yang tengah berjalan. Pelaku menggunakan dokumen palsu untuk meyakinkan korbannya. Masyarakat perlu ekstra hati-hati, terutama jika ada permintaan uang di awal proses. Verifikasi mandiri ke instansi terkait adalah cara paling aman sebelum mengambil langkah lebih jauh.

penipuanBadan Gizi NasionalMakan Bergizi Gratispercepatandapur SPPGverifikasikewaspadaan

Komentar

Memuat komentar...