1.000 Lansia Ramaikan Lari 5K Perdana di Jakarta
Gambar atau konten salah?
Sekitar 1.000 orang berusia di atas 50 tahun mengikuti Senior Happy Run 5K 2026. Acara lari santai ini mengusung tema 'Healthy & Happiness' dan menempuh jarak 5 kilometer.
Lokasinya di halaman Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat, pada Minggu, 12 Juli 2026. Ini adalah lari pertama di Jakarta yang secara khusus diperuntukkan bagi warga senior, alias mereka yang sudah berusia 50 tahun ke atas.
Acara ini digagas oleh Paguyuban Pensiunan Pariwisata (Parapenspar). Pelaksanaannya diorganisir oleh Beyond Run, dengan dukungan dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar).
Sapta Nirwandar, Ketua Pembina Parapenspar, menjelaskan alasan di balik acara ini. Kata dia, para pensiunan dan aparatur sipil negara (ASN) yang masih aktif sekalipun butuh wadah untuk berolahraga.
"Mereka juga butuh aktivitas sport yang juga sehat, perlu juga sosialisasi yang lebih horizontal dengan masyarakat, dengan para pensiunan," ujar Sapta di lokasi acara, Minggu, 12 Juli 2026.
Ia mengaku terkejut dengan jumlah peserta yang mencapai seribu orang. "Untuk pertama kali, ini (peserta) 1.000 orang kita, dan 1.000 orang ini juga cukup besar, dan kami nggak nyangka biasanya ratusan orang aja," sambungnya.
Sapta juga menjabat sebagai Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada Kabinet Indonesia Bersatu II periode 2011-2014. Ia menambahkan, banyak peserta yang usianya sudah di atas 60 atau 70 tahun. Semangat mereka, kata Sapta, masih menyala.
"Jadi, sehat dan bahagia itu yang menjadi tujuan juga bagi senior," katanya.
Cek kesehatan sebelum daftar
Oni Yulfian, Ketua Pelaksana Senior Happy Run 5K 2026, mengatakan persiapan acara ini sudah dimulai sejak Oktober 2025. Karena pesertanya adalah para senior, syarat pendaftaran terkait riwayat kesehatan menjadi perhatian khusus.
"Berkaitan dengan kesehatan, kami berlapis ini. Saat mendaftar, kami minta peserta, karena udah senior tadi ya, untuk mencantumkan kalau ada catatan kesehatan atau apa kami minta itu," kata Oni.
Proses pengecekan tidak berhenti di situ. "Terus saat mereka mengambil BIB, itu kami cek lagi, jadi mana yang ada catatan, kami tidak memperbolehkan lari," sambungnya.
Oni menambahkan, seluruh peserta adalah lansia yang memang memiliki gaya hidup aktif. Jadi, lari sejauh 5 km tidak menjadi masalah berarti bagi mereka.
Selain lari, acara ini juga menghadirkan Senior Happy Run Expo. Di sana, berbagai pelaku merek dan UMKM, serta penyedia produk olahraga dan kesehatan ikut berpartisipasi.
Acara ini membuktikan bahwa usia bukanlah halangan untuk tetap aktif dan berolahraga. Antusiasme seribu peserta yang mayoritas sudah pensiun menunjukkan bahwa kebutuhan akan kegiatan fisik dan sosial bagi lansia sangatlah nyata.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Menyundul Bola Aman? Dokter Saraf Buka Suara
Rodri Bangkit dari Cedera Horor, Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia
Hyrox Bukan Lari Biasa, Butuh Latihan Total Tubuh
Lamine Yamal Tumbuh 10 Cm dalam Setahun
Dokter: Risiko Cedera Hyrox Tak Main-Main
Tuchel Izinkan Pemain Bercinta, Dilarang Saat Hari Pertandingan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
