Penurunan Wisnus Bali 4,14% Tahun Ini, 2,03% Bulanan
Gambar atau konten salah?
Denpasar, 01 April 2026 – Jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) ke Bali menurun dibandingkan bulan sebelumnya dan periode yang sama tahun lalu.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, 2.248.855 perjalanan wisnus tercatat pada 01 April 2026. Angka tersebut turun 2,03 % dibandingkan 01 Maret 2026, yang mencatat 2.295.374 perjalanan. Jika dilihat secara tahunan, penurunan mencapai 4,14 % dibanding 01 April 2025, ketika wisnus mencapai 2.346.090 perjalanan.
Daerah asal wisatawan juga menunjukkan variasi. Jawa Timur menjadi provinsi penyumbang wisnus terbanyak dengan 162.803 perjalanan, namun turun 6,55 % secara bulanan dan 19,21 % dibanding periode yang sama tahun lalu. Nusa Tenggara Barat (NTB) menempati posisi kedua dengan 55.897 perjalanan, turun 1,57 % dibanding 01 Maret 2026, namun masih tumbuh 7,02 % secara tahunan. Jawa Tengah berada di peringkat ketiga dengan 45.548 perjalanan, mencatat pertumbuhan signifikan, naik 22,80 % secara bulanan dan 1,50 % secara tahunan. DKI Jakarta berada di posisi keempat dengan 43.493 perjalanan, turun 19,15 % dibanding bulan sebelumnya dan 14,11 % dibanding 01 April 2025.
Menanggapi tren penurunan tersebut, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Badung, I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya, menilai tingginya harga tiket pesawat domestik menjadi salah satu faktor yang memengaruhi minat masyarakat untuk bepergian. Ia berkata, “Domestik kita akan juga menurun akibat daripada naiknya tiket pesawat,” katanya saat dihubungi detikBali, Rabu (3/6/2026).
Menurut Rai, periode libur sekolah yang akan berlangsung pada akhir Juni menjadi momentum penting untuk mendongkrak pergerakan wisatawan domestik. Ia meminta seluruh pelaku industri pariwisata untuk bersama-sama menawarkan berbagai promo menarik. Ia menambahkan, “Kami harapkan bersama Indonesia semuanya untuk melakukan promo untuk wisatawan domestik,” ujarnya.
Wakil Ketua PHRI Provinsi Bali juga meminta pelaku usaha pariwisata menyiapkan paket-paket liburan dengan harga yang lebih kompetitif menjelang periode liburan. Rai berujar, “Kami harus bersama-sama. Di samping itu kan shop-shop, mal-mal itu juga memberikan harga yang spesial agar wisatawan semakin tertarik untuk berlibur,” imbuhnya.
Penurunan perjalanan wisnus menunjukkan tantangan harga tiket dan persaingan di pasar domestik. Upaya promo bersama sektor pariwisata dan ritel diharapkan dapat menstabilkan kunjungan domestik menjelang liburan akhir Juni, menandai pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga daya tarik Bali bagi wisatawan dalam negeri.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
