Penyakit Gusi Parah Terkait Penurunan Fungsi Ginjal

Dani L. · 4 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Penyakit Gusi Parah Terkait Penurunan Fungsi Ginjal

Gambar atau konten salah?

Semakin banyak bukti ilmiah yang mengaitkan penyakit gusi parah dengan penurunan fungsi ginjal. Sebuah studi besar di Jerman menemukan bahwa periodontitis—infeksi gusi yang merusak jaringan penyangga gigi—berkaitan dengan penanda awal kerusakan ginjal, bahkan sebelum penyakit ginjal kronis (CKD) mencapai stadium lanjut.

Penelitian yang melibatkan lebih dari 6.000 partisipan ini menunjukkan bahwa kesehatan mulut mungkin punya pengaruh yang lebih luas terhadap tubuh secara keseluruhan. Bukan cuma soal gigi berlubang atau gusi berdarah.

Periodontitis selama ini dipahami sebagai penyakit rongga mulut. Gejalanya meliputi gusi yang mudah berdarah, kerusakan jaringan penyangga gigi yang berlangsung perlahan, dan pada akhirnya bisa menyebabkan gigi tanggal. Tapi penelitian terbaru terus mengungkap bahwa dampaknya tidak berhenti di mulut.

Peradangan kronis yang dipicu oleh periodontitis sudah dikaitkan dengan berbagai penyakit sistemik, seperti penyakit jantung dan diabetes. Hal ini mendorong para peneliti untuk menyelidiki kemungkinan hubungan antara penyakit gusi dan penyakit ginjal kronis. Beberapa studi sebelumnya memang sudah menemukan kaitan antara periodontitis dan CKD stadium lanjut. Namun, hubungan pada tahap awal gangguan fungsi ginjal masih belum banyak dipahami.

Untuk menjawab pertanyaan itu, peneliti dari University Medical Center Hamburg-Eppendorf yang dipimpin oleh Dr Christian Schmidt-Lauber dan Prof Dr Ghazal Aarabi melakukan studi berbasis populasi. Mereka meneliti hubungan penyakit periodontal dengan penanda awal gangguan fungsi ginjal.

"Kami bertujuan mengevaluasi hubungan antara periodontitis dan penanda awal gangguan fungsi ginjal, termasuk penurunan fungsi ginjal serta albuminuria, sekaligus mengeksplorasi peran mediasi potensial dari penanda inflamasi sistemik," kata Dr Schmidt-Lauber.

Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam International Journal of Oral Science Volume 18 pada 6 April 2026.

Studi ini melibatkan 6.179 peserta dari Hamburg City Health Study di Jerman. Seluruh peserta menjalani pemeriksaan periodontal secara menyeluruh. Tingkat keparahan penyakit diklasifikasikan berdasarkan sistem penilaian American Academy of Periodontology/European Federation of Periodontology (AAP/EFP) 2017.

Kesehatan ginjal dinilai melalui dua ukuran utama:

  • estimated glomerular filtration rate (eGFR) — untuk mengukur seberapa baik ginjal menyaring darah
  • rasio albumin terhadap kreatinin urine (uACR) — untuk mendeteksi kebocoran protein dalam urine, tanda awal kerusakan ginjal

Peneliti juga mengukur kadar protein C-reaktif sensitivitas tinggi (hsCRP) dan interleukin-6 (IL-6) dalam darah. Tujuannya untuk mengetahui seberapa besar peradangan sistemik berkontribusi terhadap hubungan antara penyakit gusi dan ginjal.

Hasil analisis menunjukkan pola yang konsisten: semakin parah kondisi gusi seseorang, semakin buruk pula fungsi ginjalnya. Prevalensi periodontitis berat meningkat dari 14 persen pada individu dengan fungsi ginjal normal menjadi 36 persen pada mereka yang mengalami penurunan fungsi ginjal sedang.

Pola serupa juga ditemukan pada albuminuria. Semakin tinggi kadar albumin dalam urine, semakin sering ditemukan penyakit periodontal yang lebih berat. Tanda-tanda kerusakan periodontal yang bersifat kumulatif, seperti kehilangan perlekatan jaringan gigi (clinical attachment loss) dan kehilangan gigi, juga semakin memburuk seiring penurunan fungsi ginjal.

Hubungan tetap kuat meski faktor risiko diperhitungkan

Yang menarik, hubungan tersebut tetap terlihat setelah peneliti memperhitungkan berbagai faktor yang dapat memengaruhi hasil, seperti usia, jenis kelamin, diabetes, dan kebiasaan merokok. Periodontitis berat tetap berhubungan secara independen dengan penurunan eGFR dan peningkatan uACR.

Kehilangan perlekatan jaringan gigi yang lebih besar juga dikaitkan dengan penurunan fungsi ginjal dan meningkatnya albuminuria. Artinya, hubungan ini tidak semata-mata disebabkan oleh faktor risiko yang sama antara penyakit gusi dan ginjal.

Peradangan sistemik memang tampak berkontribusi terhadap hubungan tersebut, tetapi hanya sebagian. Kadar hsCRP dan IL-6 meningkat seiring memburuknya penyakit gusi maupun kesehatan ginjal. Namun, analisis menunjukkan hsCRP hanya menjelaskan sekitar 35 persen hubungan antara periodontitis berat dan penurunan eGFR, serta sekitar 10 persen hubungan dengan albuminuria.

Ini mengindikasikan bahwa kemungkinan terdapat mekanisme biologis lain yang berperan. Beberapa di antaranya adalah penyebaran bakteri dari jaringan periodontal ke aliran darah, gangguan fungsi pembuluh darah, stres oksidatif, hingga perubahan metabolisme.

Kesehatan mulut bisa menjadi petunjuk awal gangguan ginjal

Penyakit ginjal kronis sering berkembang tanpa gejala hingga kerusakan ginjal sudah cukup berat. Menemukan penanda risiko sejak dini menjadi tantangan penting dalam dunia medis.

"Dengan menunjukkan adanya hubungan antara periodontitis dan penanda awal gangguan fungsi ginjal, penelitian ini menyoroti kesehatan mulut sebagai jendela untuk melihat kesehatan ginjal," ujar Prof Aarabi.

Menurut peneliti, temuan ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan strategi skrining di masa depan. Studi lanjutan juga diperlukan untuk mengetahui apakah pengobatan periodontitis dapat membantu mempertahankan fungsi ginjal.

Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan bukti kuat bahwa periodontitis berhubungan secara independen dengan penurunan fungsi ginjal dan peningkatan albuminuria, bahkan sejak tahap awal penyakit ginjal kronis. Meski peradangan sistemik menjelaskan sebagian hubungan tersebut, kemungkinan masih ada mekanisme biologis lain yang terlibat. Temuan ini semakin menegaskan bahwa kesehatan mulut dan kesehatan ginjal saling berkaitan erat.

Studi ini menambah daftar panjang bukti bahwa menjaga kesehatan gusi bukan hanya soal gigi dan mulut. Bagi mereka yang memiliki faktor risiko penyakit ginjal, seperti diabetes atau hipertensi, pemeriksaan gigi rutin mungkin sama pentingnya dengan cek tekanan darah atau gula darah. Peradangan di mulut bisa menjadi sinyal awal yang tidak boleh diabaikan.

periodontitispenyakit gusipenurunan fungsi ginjalpenyakit ginjal kronisalbuminuriaperadangan sistemikkesehatan mulutginjal

Komentar

Memuat komentar...