Transplantasi Ginjal Robotik Pertama di Indonesia Berhasil

Kartika D. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Transplantasi Ginjal Robotik Pertama di Indonesia Berhasil

Gambar atau konten salah?

Sebuah prosedur medis bersejarah terjadi di Indonesia. Siloam Hospitals Asri dan Asan Medical Center dari Korea Selatan sukses melakukan transplantasi ginjal robotik yang pertama di tanah air. Ini adalah langkah baru dalam dunia transplantasi organ. Teknologi bedah robotik digunakan untuk memberikan presisi yang lebih tinggi. Hasilnya, pasien diharapkan mendapatkan hasil klinis yang lebih baik.

"Pelaksanaan transplantasi ginjal robotik ini merupakan bagian dari komitmen Siloam Hospitals Asri, yang bekerja sama dengan Asan Medical Center dalam menghadirkan inovasi teknologi kesehatan yang dapat meningkatkan kualitas layanan transplantasi ginjal di Indonesia," demikian bunyi keterangan tertulis pada Selasa, 07 Juli 2026.

Operasi itu sendiri dilaksanakan pada 05 Juni 2026. Tim urologi yang dipimpin oleh Prof. DR. dr. Nur Rasyid, Sp.U(K) bersama beberapa dokter spesialis lainnya melakukan prosedur di Siloam Hospitals Asri. Ahli transplantasi dan bedah robotik dari Asan Medical Center juga memberikan supervisi dan pendampingan langsung. Kolaborasi ini adalah bagian dari transfer pengetahuan dan penerapan standar praktik internasional.

Pasien yang menjalani tindakan ini adalah seorang pria berusia 57 tahun. Ia menderita penyakit ginjal stadium akhir akibat hipertensi. Sejak didiagnosis mengalami gangguan ginjal pada Juli 2025, pasien rutin menjalani hemodialisis dua kali setiap pekan sebelum akhirnya menjalani transplantasi.

Dibandingkan dengan metode operasi konvensional, transplantasi ginjal dengan bantuan robot punya sejumlah kelebihan. Visualisasi tiga dimensi yang dihasilkan lebih jelas. Instrumen bedah lebih fleksibel. Sayatan yang dibuat lebih kecil. Risiko perdarahan dan nyeri setelah operasi juga lebih rendah. Teknologi ini dinilai lebih menguntungkan, terutama bagi pasien obesitas atau penyandang diabetes melitus.

Sistem bedah robotik menjadi kunci. Dokter dapat mengendalikan instrumen dengan akurasi tinggi melalui konsol khusus. Tim medis dari Siloam Hospitals Asri dan Asan Medical Center berkolaborasi selama prosedur. Mereka memastikan setiap tahapan operasi berjalan sesuai standar keselamatan dan kualitas internasional.

Prof. DR. dr. Nur Rasyid, Sp.U(K) memimpin operasi. Ia mengatakan keberhasilan ini menjadi pencapaian penting. "Keberhasilan pelaksanaan transplantasi ginjal berbantuan robot pertama di Indonesia ini menjadi tonggak penting bagi tim bedah kami, sekaligus bagi inovasi layanan kesehatan di Indonesia. Pencapaian ini mencerminkan kuatnya kolaborasi multidisiplin serta komitmen kami dalam menghadirkan layanan yang lebih aman dan presisi bagi pasien," ujarnya.

Kondisi pasien setelah operasi dilaporkan baik. Evaluasi klinis menunjukkan fungsi ginjal meningkat. Produksi urine mencapai target, yang menjadi salah satu indikator awal keberhasilan transplantasi. Hasil ini menunjukkan efektivitas teknologi bedah robotik. Dukungan kolaborasi antara Siloam Hospitals Asri dan Asan Medical Center juga menjadi faktor penting.

Menurut Prof. Nur Rasyid, kolaborasi ini tidak hanya soal teknologi. Lebih dari itu, ia menghadirkan layanan kesehatan yang lebih berkualitas, terintegrasi, dan dapat diakses masyarakat Indonesia. Ia berharap pencapaian ini menjadi langkah awal. Pengembangan layanan transplantasi ginjal berbantuan robot di Indonesia bisa dilakukan secara lebih luas ke depannya.

Prosedur ini menjadi bukti bahwa teknologi bedah robotik dapat diterapkan di Indonesia. Kolaborasi dengan rumah sakit luar negeri, seperti Asan Medical Center, berperan besar dalam transfer pengetahuan dan standar praktik. Keberhasilan operasi pada pasien yang telah menjalani cuci darah rutin ini juga menunjukkan bahwa metode baru ini bisa menjadi alternatif yang lebih baik dibandingkan operasi konvensional, terutama bagi pasien dengan kondisi penyerta seperti hipertensi dan diabetes.

transplantasi ginjal robotikSiloam Hospitals AsriAsan Medical Centerbedah robotikIndonesiateknologi kesehatankolaborasi medis

Komentar

Memuat komentar...