Perang Iran Menggerakkan Krisis Helium, Bikin Gangguan Chip
Gambar atau konten salah?
Perang di Iran memengaruhi rantai pasok industri chip global, meski pabrik-pabriknya tidak berada di kawasan Timur Tengah. Helium, unsur penting untuk pendinginan, deteksi kebocoran, dan proses manufaktur presisi, menjadi titik kritis.
Menurut laporan, harga helium melonjak tajam sejak awal konflik. Helium diproduksi sebagai produk sampingan dalam pengolahan gas alam, dan Qatar, produsen LNG terbesar, menyumbang hampir 33 % pasokan global. Pada 2025, Qatar diperkirakan akan mengekspor sekitar 63 juta meter kubik helium.
Di acara Semicon China di Shanghai, Cameron Johnson dari Tidal Wave Solutions menegaskan, "Kelangkaan helium jadi perhatian utama." Ia menambahkan bahwa beberapa pabrik chip memilih memperlambat produksi atau hanya memfokuskan pada produk paling penting.
Johnson juga mengingatkan, "Kalau sampai terjadi, Anda akan lihat dampaknya pada elektronik, otomotif, bahkan smartphone." Pernyataan ini menyoroti potensi gangguan yang meluas.
Jerry Zhang, kepala perusahaan semikonduktor asal Swiss, VAT, menyatakan bahwa perang memperketat pasokan helium. Ia mengaku, "Dampaknya langsung dirasakan perusahaan dia dan perusahaan lain juga. Mereka mencari alternatif pasokan lain termasuk dari Amerika."
Berikut adalah distribusi penggunaan helium di industri Amerika pada Februari 2026, sebagai gambaran global:
- Analitikal, permesinan, lab, sains, gas khusus – 22 %
- Ruang terkendali, fiber optik, semikonduktor – 17 %
- Lifting gas – 17 %
- Magnetic resonance imaging (MRI) – 15 %
- Antariksa – 9 %
- Pengelasan – 8 %
- Diving – 5 %
- Deteksi kebocoran – 5 %
- Penggunaan lain – 2 %
Helium menjadi bahan baku penting bagi banyak sektor. Kekurangan pasokan akibat konflik di Iran menimbulkan ketidakpastian bagi industri chip, elektronik, dan otomotif. Perusahaan-perusahaan kini berusaha diversifikasi sumber pasokan untuk mengurangi risiko.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Google Ungkap Cara Jitu Kendalikan Biaya Token AI
Logitech Rilis Kamera AI yang 'Hilang' untuk Ruang Rapat
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
Prediksi Final Piala Dunia 2026 Viral, Netizen Curiga
Cyber Breaker Season 3: Peserta Melonjak ke 916
Piala Dunia 2026: 48 Tim, Tiga Negara, Hadiah Fantastis
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026
