Perbandingan DSI dan BPPC: Peran Negara vs Keuntungan Swasta

Nurul H. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 95 dibaca
Bisik.id
Perbandingan DSI dan BPPC: Peran Negara vs Keuntungan Swasta

Gambar atau konten salah?

Perbandingan antara Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dan Badan Penyangga dan Pemasaran Cengkeh (BPPC) tidak sebanding. DSI berfungsi sebagai instrumen negara, sedangkan BPPC lebih fokus pada keuntungan swasta.

DSI adalah alat yang dimiliki dan dijalankan oleh pemerintah. Ia mewakili kehendak negara dalam praktik bisnis di lapangan. Tujuannya adalah memperbaiki tata kelola praktik bisnis untuk kepentingan penerimaan negara, bukan untuk mencari untung bagi perusahaan swasta.

BPPC, di sisi lain, beroperasi sebagai entitas swasta. Ia berusaha mendapatkan keuntungan bagi korporasi yang mengelola bisnisnya. BPPC tidak memiliki peran langsung dalam memperbaiki praktik bisnis yang menguntungkan negara.

Contoh konkret intervensi kebijakan negara yang menjadi game changer adalah ketika pemerintah melalui Bulog membeli gabah petani dengan harga Rp 6.500 per kilogram. Langkah ini menstabilkan harga gabah secara signifikan, sehingga petani kembali antusias menanam padi.

Selain itu, Bulog juga memperbaiki sistem pasokan pupuk bersubsidi. Pupuk yang disubsidi dapat diakses dengan mudah oleh petani melalui gudang di daerah. Harga eceran pupuk disesuaikan dengan patokan setempat, sehingga petani tidak terpaksa membayar lebih tinggi.

Stabilisasi harga gabah membuat cadangan pangan nasional tercukupi. Gudang Bulog mencapai stok beras sebesar 5,4 juta ton, meskipun kapasitas maksimal gudang Bulog hanya 5,1 juta ton. Akibatnya, Bulog harus menyewa gudang tambahan untuk menampung cadangan pangan nasional.

Di sektor perkebunan sawit, DMO mengelola 35% CPO untuk minyak goreng. Bulog dan Food ID menjadi penyangga utama dalam menjaga suplai minyak goreng. Upaya serupa juga dilakukan untuk gula, memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjaga.

Dengan intervensi tersebut, harga barang pokok tetap stabil dan ketersediaan barang di pasar terjaga. Inflasi pangan, yang merupakan komponen inti inflasi, berhasil dikendalikan pada target yang telah ditetapkan.

Perbandingan antara DSI dan BPPC seringkali dibuat dengan tujuan membangun persepsi negatif terhadap peran negara. Perbandingan tersebut tidak objektif dan cenderung melemahkan posisi negara yang sedang berusaha memperkuat peranannya dalam memperbaiki praktik bisnis yang tidak benar.

Praktik bisnis yang melibatkan arus dokumen, arus barang, dan arus uang dalam transaksi antar perusahaan di satu grup sering kali melemahkan negara. Korporasi swasta memanfaatkan sumber daya alam Indonesia, yang menurut pasal 33 UUD 1945, dimiliki oleh negara dan dimaksudkan untuk kemakmuran rakyat.

Mukhamad Misbakhun Ketua Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Golkar (kil/kil)

Peran DSI sebagai instrumen negara jelas berbeda dengan BPPC yang berfokus pada keuntungan swasta. Intervensi negara melalui Bulog, subsidi pupuk, dan dukungan suplai minyak goreng menunjukkan upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang pokok. Dengan demikian, peran negara tetap menjadi pilar utama dalam mengelola sumber daya alam demi kepentingan rakyat Indonesia.

DSIBPPCBulogsubsidi pupukstabilitas hargaDMOinflasi pangan

Komentar

Memuat komentar...