Pertamina Dukungan Desa Energi, Padi Bali Naik 7,5 Ton

Dwi H. · 3 min baca · 1 jam lalu · 31 dibaca
Bisik.id
Pertamina Dukungan Desa Energi, Padi Bali Naik 7,5 Ton

Gambar atau konten salah?

Program Desa Energi Berdikari (DEB) di Bali menjadi contoh nyata bagaimana Pertamina berupaya memperkuat kemandirian masyarakat melalui inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Salah satu proyek unggulan, DEB Uma Palak Lestari, dibina oleh Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) Ngurah Rai, Regional Jatimbalinus, dan terletak di Kelurahan Peguyangan, Denpasar Utara.

Sabtu, 30 Mei 2026, dua komisaris Pertamina, Nanik S. Deyang dan Condro Kirono, mengunjungi lokasi program. Mereka didampingi oleh Direktur Kelembagaan dan Kepatuhan Pertamina Patra Niaga Kadek Ambara Jaya, Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita, serta jajaran manajemen Pertamina. Selama kunjungan, para komisaris meninjau fasilitas program dan melakukan penanaman padi secara simbolis sebagai dukungan terhadap pertanian berkelanjutan berbasis energi bersih.

Program ini lahir sebagai solusi atas keterbatasan pasokan air yang sering kali menghambat petani, terutama saat musim kemarau panjang. Kondisi tersebut menyebabkan penurunan hasil panen dan memengaruhi kesejahteraan masyarakat. Untuk mengatasi masalah tersebut, Pertamina memperkenalkan sistem pengairan yang didukung oleh Renewable Battery Technology (RBT) dan mikrohidro berkapasitas 21 kWp. Teknologi ini mampu menekan emisi karbon hingga 27,3 ton CO₂eq per tahun sekaligus mengairi lahan pertanian seluas 103 hektare.

Sistem irigasi ini juga dilengkapi dengan teknologi pengairan digital dan peralatan pertanian elektrik, seperti traktor dan mesin penggiling padi. Selain itu, Pertamina membangun Bale Melajang sebagai pusat edukasi pertanian, mendorong penggunaan pupuk organik, dan memberikan pelatihan pengelolaan irigasi berbasis sistem Subak.

Hingga kini, program ini telah memberikan manfaat kepada sekitar 408 penerima manfaat, termasuk 24 petani perempuan. Dampak ekonominya cukup signifikan: penghematan biaya listrik mencapai Rp44 juta per tahun dan peningkatan produktivitas padi dari 5,5 ton menjadi 7,5 ton per hektare. Selain itu, lahan seluas lima hektare dikembangkan menjadi kawasan budidaya padi organik varietas Mentik Susu, menghasilkan omzet Rp476 juta per tahun.

Pengembangan program tidak berhenti pada sektor pertanian. Uma Palak Lestari juga menjadi kawasan ekowisata dan eduwisata melalui pembangunan ruang terbuka hijau, jogging track, kafe rest area, dan camping ground. Kawasan ini mencatatkan kunjungan sekitar 72 ribu wisatawan lokal maupun mancanegara, serta menghasilkan pendapatan masyarakat hingga Rp64 juta per tahun.

Komisaris Pertamina Nanik S. Deyang menilai program tersebut menjadi contoh keberhasilan pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan sektor pertanian, energi mandiri, dan pariwisata berbasis komunitas. “Di tahun 2023 para petani ini gagal panen, namun setelah dibantu Pertamina panen dan penghasilan mereka bisa naik hingga dua kali lipat,” ujar Nanik dalam keterangannya, Kamis, 4 Juni 2026. Ia berharap model pemberdayaan serupa dapat diterapkan di berbagai wilayah operasional Pertamina lainnya. “Semoga hal ini bisa diterapkan juga di berbagai area Pertamina lainnya, karena menjangkau petani, pengusaha kecil, pelaku usaha wisata dan lainnya,” harap Nanik.

Komisaris Independen Pertamina Condro Kirono menegaskan bahwa program TJSL harus mampu menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar wilayah operasi perusahaan. “Pertamina berupaya memberdayakan dan mensejahterakan masyarakat, sehingga diharapkan upaya ini membuat mereka bisa semakin merasakan manfaat hadirnya perusahaan. Melalui manfaat yang dirasakan secara nyata, semoga bisa membuat mereka memiliki rasa untuk semakin menjaga kehadiran Pertamina, sebagai perusahaan negara dan objek vital nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Uma Palak Lestari, I Wayan Sukadana, mengaku program TJSL Pertamina telah membawa perubahan positif bagi kelompok tani dan masyarakat sekitar. “Sejak kehadiran program TJSL Pertamina di tahun 2021 hingga 2026, melalui berbagai pembinaan dan fasilitas yang diberikan, ternyata mampu semakin meningkatkan hasil pertanian dan juga meningkatan kesejahteraan ekonomi para anggota kelompok tani juga masyarakat. Saya ucapkan terimakasih kepada Pertamina,” tutupnya.

Program ini menunjukkan bahwa integrasi energi terbarukan, pertanian berkelanjutan, dan pengembangan pariwisata dapat menghasilkan manfaat ekonomi dan sosial yang nyata bagi masyarakat. Dengan pendekatan holistik, Pertamina berupaya memperkuat kemandirian lokal sambil menjaga keberlanjutan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan komunitas di wilayah operasionalnya.

Program Desa Energi BerdikariPertaminaEnergi TerbarukanPertanian BerkelanjutanIrigasi DigitalEkowisataKomunitas Lokal

Komentar

Memuat komentar...