Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pengelolaan Sampah Nasional

Wulan M. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 47 dibaca
Bisik.id
Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pengelolaan Sampah Nasional

Gambar atau konten salah?

Jakarta - Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk mendorong pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Hal ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Sampah Nasional. Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan ini telah menjalankan inisiatif pengelolaan sampah di 58 lokasi di seluruh Indonesia.

Dari program tersebut, sebanyak 4,7 ribu ton sampah berhasil dikumpulkan setiap tahun. Dari jumlah tersebut, 2,3 ribu ton telah dikelola dan dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang dan pengolahan organik. Program ini melibatkan 2.470 masyarakat dan menghasilkan pendapatan total mencapai Rp 3,2 miliar dari seluruh program.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M. V. Dumatubun, mengatakan bahwa Hari Sampah Nasional adalah momen untuk merefleksikan dan memperkuat kolaborasi dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan. "Pengelolaan sampah memerlukan komitmen jangka panjang dan keterlibatan aktif masyarakat. Melalui program TJSL, kami mendorong terciptanya ekosistem pengelolaan sampah yang terstruktur dan bernilai ekonomi," jelas Roberth.

Salah satu contoh pengelolaan yang baik adalah melalui unit Fuel Terminal Boyolali dengan program TPS 3R Resik di Desa Butuh. Fasilitas ini mampu mengelola 480 ton sampah per tahun dari 310 Kepala Keluarga dan 115 pelaku usaha di sekitar desa. Sistem pengelolaan yang partisipatif ini menghasilkan nilai ekonomi hingga Rp 36 juta per tahun, serta meningkatkan kualitas kebersihan dan kesehatan lingkungan desa.

Pertamina Patra Niaga juga membantu 15 Bank Sampah yang mengembangkan budidaya maggot sebagai solusi untuk pengolahan sampah organik. Inisiatif ini menciptakan rantai pasok pengolahan sampah organik yang menghasilkan produk seperti pupuk kompos dan pakan ternak. Program ini membantu mengurangi volume sampah organik dan membuka peluang usaha lokal, serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Dampak positif juga terlihat dalam program Kampung Pesisir Berdaya yang dijalankan oleh unit Fuel Terminal Medan. Masyarakat di sana berkomitmen menjaga wilayah pesisir melalui pengelolaan Bank Sampah Horas Bah, yang mampu mengumpulkan hingga 10 ton sampah per tahun dan memberikan dampak ekonomi sebesar Rp 1,925 juta per bulan. "Perubahan tidak datang dari satu orang, tetapi dari keberanian untuk bergerak bersama," kata Dian Syahputra, ketua kelompok program Bank Sampah Horas Bah.

Atas konsistensi dan dampak nyata yang dihasilkan, kedua program ini sekarang menjadi kandidat PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Pencapaian ini menunjukkan pengelolaan lingkungan yang baik, serta integrasi antara aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi dalam pelaksanaan TJSL.

Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus memperluas dampak program pengelolaan sampah sebagai kontribusi perusahaan dalam memperkuat ketahanan lingkungan dan mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan di Indonesia.

Pertamina Patra Niagapengelolaan sampahHari Sampah Nasionalprogram TJSLdaur ulangekonomi masyarakatBank Sampahkesejahteraan masyarakat

Komentar

Memuat komentar...