Peserta Dana Pensiun Naik Jadi 30,67 Juta Orang

Bayu K. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Peserta Dana Pensiun Naik Jadi 30,67 Juta Orang

Gambar atau konten salah?

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa industri dana pensiun di Indonesia menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Jumlah peserta dana pensiun tercatat naik dari 27,27 juta orang pada tahun 2022 menjadi 30,67 juta orang per Juli 2026. Total aset yang dikelola juga terus bertambah hingga hampir mencapai Rp 1.700 triliun.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan hal ini dalam acara Indonesia Pension Fund Summit 2026 yang digelar di Balai Kartini, Jakarta Selatan, pada Jumat, 25 September 2026. "Jumlah peserta terus meningkat dari sekitar 27,27 juta orang di tahun 2022 menjadi 30,67 juta orang per Juli 2026. Sementara total aset juga terus tumbuh hingga sekitar Rp 1.699 triliun," ujarnya.

Meski begitu, Kiki—sapaan akrab Friderica—mengakui bahwa jika dibandingkan dengan total angkatan kerja Indonesia yang saat ini sudah melampaui 150 juta orang, cakupan peserta dana pensiun masih tergolong kecil. Namun, ia melihat situasi ini justru sebagai peluang besar bagi industri dana pensiun untuk terus berkembang.

"Tapi memang, ya, kita melihat satu sisi memang terus tumbuh, tapi kalau kita lihat dari persentase dari jumlah dengan jumlah angkatan kerja yang saat ini sudah lebih dari 150 juta, tentunya persentasenya masih sangat kecil, sehingga sebagai orang yang optimis ya, kita melihat bahwa room to growth-nya masih sangat besar," jelas Kiki.

Ia menekankan bahwa persiapan masa tua tidak boleh ditunda hingga menjelang pensiun. Perencanaan harus dimulai sejak hari pertama seseorang bekerja. Hal ini menjadi semakin penting karena Indonesia kini mulai memasuki fase penduduk menua.

Saat ini, proporsi penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia sudah mencapai 11,97% dari total populasi nasional. Angka ini melewati batas 10% yang biasanya dipakai sebagai indikator awal penuaan masyarakat. Ke depan, tren ini diprediksi akan semakin kuat. Proyeksi menunjukkan proporsi lansia bisa mencapai sekitar 20,31% pada tahun 2045.

Di sisi lain, Indonesia masih menikmati dividen demografi. Sekitar 68,94% penduduk berada dalam usia produktif. Menurut Kiki, ini adalah kesempatan untuk mendorong kelompok usia produktif agar mulai mempersiapkan dana pensiun sejak dini. Sebab, tekanan demografi akan semakin besar di masa mendatang.

Masalah lain yang disorot adalah tingkat replacement ratio di Indonesia yang saat ini berkisar antara 15% hingga 20%. Angka ini masih jauh di bawah standar Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) yang sekitar 40%. Artinya, manfaat pensiun yang diterima banyak pekerja saat ini belum cukup untuk mempertahankan standar hidup setelah mereka pensiun.

"Angka ini menunjukkan bahwa manfaat pensiun yang diterima banyak pekerja belum cukup untuk mempertahankan standar hidup setelah memasuki masa pensiun," beber Kiki.

Dengan jumlah peserta yang terus bertambah namun masih rendah dibandingkan angkatan kerja, serta replacement ratio yang belum ideal, industri dana pensiun Indonesia menghadapi tantangan sekaligus peluang. Persiapan pensiun sejak dini menjadi kunci agar masyarakat bisa menjalani masa tua dengan lebih tenang.

dana pensiunOJKpesertaasetreplacement ratiousia produktifpenduduk menuapensiun dini

Komentar

Memuat komentar...