Polda Sumsel Gelar Pelatihan Satkamling 2026 di Palembang

Rudi H. · 2 min baca · 1 hari lalu · 12 dibaca
Bisik.id
Polda Sumsel Gelar Pelatihan Satkamling 2026 di Palembang

Gambar atau konten salah?

Polda Sumsel menggelar Pelatihan Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling) Tahun 2026 di Palembang, dengan tujuan memperkuat sistem keamanan berbasis partisipasi masyarakat.

Acara ini dihadiri oleh 1.700 warga yang berasal dari seluruh Polres Jajaran. Para peserta diminta belajar bagaimana menjadi penjaga keamanan lingkungan yang aktif dan terintegrasi.

Kapolda Sumsel, Irjen Sandi Nugroho, menegaskan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab Polri. Ia menyatakan, “pihaknya terus memperkuat sistem keamanan berbasis partisipasi masyarakat sebagai bagian dari strategi nasional menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.”

Ia menambahkan, “Keamanan bukan hanya milik Polri, keamanan adalah milik kita bersama dan merupakan hak seluruh masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat harus terus diperkuat. Teknologi memang membantu mempercepat deteksi dan respons, tetapi nilai gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga keamanan lingkungan,” kata Nugroho pada Rabu, 10 Juni 2026.

Pelatihan ini mengusung tema “Revitalisasi Satkamling sebagai Garda Terdepan Deteksi Dini dan Respons Cepat Kamtibmas Berbasis Teknologi dan Partisipasi Masyarakat”. Tema tersebut menekankan adaptasi Satkamling terhadap perkembangan zaman tanpa melupakan nilai gotong royong.

Polda Sumsel mendorong transformasi Satkamling menjadi pusat deteksi dini gangguan keamanan. Teknologi yang dimanfaatkan meliputi CCTV lingkungan, sistem pelaporan cepat, dan integrasi dengan layanan Call Center Polri 110. Langkah ini merupakan bagian dari implementasi program Presisi Polri, yang menekankan pendekatan prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan.

Selain penguatan teknologi, pelatihan menanamkan kembali nilai sosial seperti kepedulian lingkungan, silaturahmi antarwarga, dan budaya gotong royong sebagai fondasi utama menjaga keamanan lingkungan.

Revitalisasi Satkamling dinilai memiliki dampak strategis terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik, ketahanan sosial masyarakat, dan stabilitas pembangunan daerah. Lingkungan yang aman akan menciptakan ruang kondusif bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, keagamaan, dan kehidupan sosial secara keseluruhan.

Pelatihan juga melibatkan narasumber lintas sektoral, memperkaya wawasan peserta mengenai perkembangan keamanan lingkungan, pemanfaatan teknologi, mitigasi potensi konflik sosial, serta strategi membangun ketahanan masyarakat di era digital.

Kapolda menutup acara dengan harapan, “Kami berharap seluruh anggota Satkamling mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, memperkuat budaya kepedulian sosial, meningkatkan kewaspadaan kolektif, serta mendukung terwujudnya cita‑cita Bumi Sriwijaya Aman dan Baik sebagai fondasi utama pembangunan daerah dan ketahanan nasional,” pungkasnya.

Program ini menegaskan bahwa keamanan lingkungan adalah hasil kerja sama antara kepolisian dan masyarakat. Dengan menggabungkan teknologi dan nilai sosial, Polda Sumsel berupaya menciptakan sistem keamanan yang responsif, transparan, dan berkeadilan.

Polda SumselSatkamlingkeamanan lingkunganpartisipasi masyarakatteknologiCCTVgotong royong

Komentar

Memuat komentar...